PUBLIKSATU. BAUBAU – Dua anak ingusan di Kota Baubau inisial Ak (9) dan Ay (4) dilaporkan menjadi korban pemerkosaan. Bocah kakak beradik itu masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK).

Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur ini sementara ditangani Polres Baubau. Bahkan, penyidik sudah menetapkan tersangka sekaligus menahan satu orang.

Hal itu terungkap saat ibu dari pelajar SMP korban pencabulan bersama organisasi Perisai menggelar unjuk rasa di Mapolres Baubau, Selasa (7/2). Kala itu, salah seorang demonstran, Justin menyinggung soal penanganan kasus selain pencabulan selain yang menjadi fokus.

“Kami tidak menutup diri dan tidak anti terhadap kritik. Kemarin juga ada kasus pencabulan terhadap dua orang anak dan itu pelaku kita sudah tahan,” ungkap Wakapolres Baubau, Kompol Ronald Abdul Gani Sirait saat berdialog dengan massa demonstrasi.

Ia bilang, pihaknya akan berupaya profesional dan tidak macam-macam dalam mengusut setiap perkara. “Kami tidak akan main-main dalam hal penanganan kasus, ini janji saya. Pertama saya di sini, saya sudah berjanji tidak ada permainan-permainan kasus,” tegasnya.

Pun, perwira satu melati ini mengatakan, dirinya siap menggunakan kapasitasnya sebagai Wakil Kepala Polres Baubau untuk mengawasi penanganan setiap laporan kasus hingga tuntas. Komitmen tersebut ia sudah dibuktikan sewaktu masih menjadi Wakapolres Buton Utara.

“Saya baru di sini. Makanya saya bilang beri saya waktu, saya akan mengawasi penanganan semua kasus. Saya akan meminta perkembangan sejauh apa penanganannya dari penyidik,” tandas mantan Pelaksana Tugas Kasat Reskrim Polres Baubau ini.

Terpisah, WS – inisial ibu dari dua bocah korban pencabulan membeberkan, anak-anaknya diperkosa di salah satu kompleks perumahan pada siang hari 24 Desember 2022 lalu. Waktu itu, korban ditinggal di rumah karena kekurangan kendaraan untuk dibawa serta menjual di salah satu pasar.

“Saya tahu waktu pulang dari pasar saya lihat anak paling kecil (Ay, red) buang air kecil sambil menangis kesakitan. Setelah saya periksa ternyata sudah menganga (alat vitalnya) sampai ke dubur,” kata WS kepada awak media.

Berselang beberapa hari kemudian, ia dibuat terperangah saat mengintip Ak buang air kecil dalam posisi tidak biasa. Setelah diperiksa lebih jauh rupanya alat vital sang kakak itu dalam kondisi yang sama persis dengan Ay.

“Mereka ini disuntik bius (diduga kram) dulu karena katanya tidak rasa sakit waktu dicabuli. Sebenarnya tiga orang korban, satunya adik dari Ak yang laki-laki, dia hanya disuntik di paha dan di atas alat vitalnya,” ujarnya.

Berdasarkan cerita kedua korban, beber dia, total pelaku pencabulan diduga berjumlah tujuh orang dewasa. Pun, wajah para pelaku juga masih diingat dan sering beraktivitas di kompleks perumahan tempat kejadian perkara.

“Awalnya Ak ini tidak mau mengaku karena ternyata selalu diancam para pelaku. Setelah saya paksa ternyata ciri orang-orang itu sama dengan yang disebut adiknya (Ay, red). Pertama dia sebut orang yang melakukan, saya tidak percaya karena saya kenal betul. Tapi belakangan saya sudah yakin,” imbuhnya.

Lebih jauh, ia kemudian melaporkan tindakan asusila itu beserta bukti hasil visum ke Polres Baubau pada 30 Desember 2022 lalu. Rupanya, penyidik malah menetapkan dan menahan kakak dari korban inisial Ad (19) sebagai terduga pelaku pada 28 Januari 2023.

“Masa pelakunya anakku. Dia itu kerjanya selalu bantu saya buka jualan pagi-pagi. Waktu kejadian, kakaknya itu sama-sama saya menjual di pasar. Setahu saya kasian dia tidak pernah ke mana-mana kalau sementara menjual. Dia mau beli makanan pun dia tunggu saya baru keluar,” terangnya.

WS pun merasa janggal dengan penahanan Ad. Terlebih, foto wajah salah satu tersangka yang pernah diperlihatkan oleh penyidik dan sudah dibenarkan kedua korban sebagai salah seorang terduga pelaku justru masih bebas berkeliaran.

“Memang salah satu terduga pelaku yang ditunjuk anakku itu orang berada. Saya juga pernah disampaikan oleh oknum kalau ini laporan kasus bisa dicabut, maka otomatis kakaknya (Ad, red) bebas. Kalau tidak dicabut, maka dipenjara,” pungkasnya.(exa)