PUBLIKSATU, BAUBAU – Pemerintah Kelurahan Bataraguru minta agar anggaran pemilihan pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sebaiknya dianggarkan di APBD. Pasalnya saat ini sepenuhnya masih ditanggung kelurahan dan masyarakat setempat.

Lurah Bataraguru, Wa Ode Rahmatia menyatakan Peraturan Wali Kota Baubau memerintahkan kepada lurah dan camat se-Kota Baubau untuk melaksanakan pemilihan Ketua RT dan RW. Kelurahan Bataraguru melakukan pemilihan sesuai Perda dan Perwali Kota Baubau.

“Inikan pemilihan tiga kali setahun, jadi alangkah baiknya dianggarkan di APBD itu saran dari kami lurah, LPM dan masyarakat,” tuturnya.

Tujuan untuk menanggung biaya administrasi, konsumsi panitia pemilihan RT/RW. Karena tidak anggaran, maka dilakukan swadaya.

Diakui, sesuai Perwali sumber anggaran pemilihan RT/RW dari kas RT. “Kita ketahui bersama kalau kas RT/ RW tidak ada, dan adapun gaji mereka itu per tiga bulan, itupun hanya honor toh yang bersumber dari APBD,” jelasnya.

Pihaknya tidak berani meminta pada masyarakat maupun mengambil ke tempat lain, karena tak ada payung hukumnya. Jika dilakukan tergolong Pungli.

“Semoga tahun berikutnya sudah memiliki anggaran,” imbuhnya.

Ketua Panitia Pemilihan RT Kelurahan Bataraguru, H Salamun menambahkan anggaran bersifat swadaya dimanfaatkan untuk proses pemilihan pengurus RT/RW. Diantaranya untuk konsumsi, dan alat tulis serta kertas.

Proses pemilihan pengurus RT sudah melalui tahapan sosialisasi ke masyarakat, pada 17 Januari 2023. Selanjutnya dilakukan pemilihan ketua RT dalam kurun waktu 4 hari, Minggu hingga Rab (22 – 25 Januari 2023).

“Selama proses pemilihan pengurus RT dan RW ini, berjalan aman dan lancar. Salah satu yang kami banggakan dalam pemilihan ini adalah tempat pemungutan suara, dengan alat peraga milik KPU langsung, dan ini kayak Pemilu nasional, sehingga masyarakat merasa pemilihan ini sangat berarti,” tutupnya.

Peliput: Suari