PUBLIKSATU.BAUBAU – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Baubau makin getol membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM. Ini dibuktikan dengan penandatanganan komitmen bersama di aula Semerbak Bapas Baubau, Rabu (25/1).

Komitmen bersama itu diteken seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) Bapas Baubau. Mulai dari pimpinan, pejabat struktural, pejabat fungsional pembimbing/asisten kemasyarakatan, pejabat fungsional umum, dan tak ketinggalan juga Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) yakni Satpam dan cleaning service.

Komitmen membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani itu melengkapi Pakta Integritas yang ditandatangani oleh Kepala Bapas Baubau, Sri Maryani dan pejabat struktural. Hal ini merujuk pada surat Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI Nomor: SEK-OT.03.02-03 tertanggal 13 Januari 2023.

“Penandatanganan Pakta Integritas dan komiten bersama ini bukti keseriusan jajaran kita dalam membangun komitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM melalui reformasi birokrasi khususnya dalam hal pemerintahan bersih dan akuntabel serta pelayanan publik yang prima dilingkungan kerja Bapas Kelas II Baubau,” kata Kepala Bapas Baubau, Sri Maryani.

Tahun ini, ujar dia, peningkatan kualitas pelayanan menjadi prioritas utama dengan tujuan meningkatkan kepercayaan publik. Untuk itu, Slogan ‘Semerbak’ (Semangat Membangun Rasa dan Budaya Anti Korupsi) dengan menerapkan prinsip budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) menjadi hal penting.

“Melalui slogan dan prinsip tersebut diharapkan setiap pegawai mampu memberikan pelayanan maksimal, bersih dan setulus hati kepada masyarakat ataupun para pengguna layanan. Saya mengingatkan kepada seluruh ASN Bapas Baubau bahwa pungli, gratifikasi ataupun harta yang didapat dari hasil korupsi bukanlah rezeki,” tuturnya.

Pun, Sri meminta petugas piket layanan untuk sigap dan cepat merespon setiap keluhan dari mitra kerja, pengguna layanan ataupun masyarakat umum. Semua aduan yang disampaikan baik melalui kotak aduan, media sosial maupun langsung ke kantor Bapas Baubau agar segera diproses dan ditindak lanjuti.

“Reformasi birokrasi yang anti pungli, gratifikasi, cegah segala bentuk prilaku korupsi, dan terbangunnya organisasi beretika dan profesional sesungguhnya telah tertanam pada masing-masing individu pegawai. Maka saya minta bekerjalah dengan hati, berhati-hati dan laksanakan tugas pelayanan sesuai SOP yang telah ditetapkan, jangan khianati komitmen kita ini,” pungkasnya.(exa)