PUBLIKSATU.BAUBAU – Persoalan antrean kendaraan yang hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Betoambari disorot.

Massa Lembaga Perisai dan Labrak menggelar demonstrasi di kantor Wali Kota Baubau, Selasa (24/1) menyoroti tumpukan kendaraan tersebut.

Sayangnya, pengunjuk rasa tidak bisa menyampaikan aspirasi di halaman kantor Wali Kota Baubau. Akses masuk kendaraan ditutup portal. Akibatnya, massa hanya bisa berorasi di pinggir jalan raya depan lapangan Palagimata.

“Kita tidak diberikan jalan masuk ke kantor wali kota, ini aneh. Padahal aturan memberikan hak kepada warga untuk menyampaikan aspirasi di muka umum,” ujar seorang orator Perisai, Justin.

Unjuk rasa itu, kata dia, pihaknya ingin menyampaikan keresahan sebagian masyarakat atas antrean kendaraan konsumen BBM yang memadati jalan umum. “Kami minta wali kota mengundang Dinas Perhubungan, Pol PP, dan Kepolisian untuk membahas bersama persoalan antrian BBM di SPBU Betoambari itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Baubau, Abdul Karim mengatakan, persoalan antrean BBM yang membuat jalan umum jadi sesak itu sudah pernah dibahas bersama dengan berbagai pihak antara lain kepolisian, Pol PP, Pertamina, dan SPBU.

Ia membeberkan, ada dua rekomendasi yang dikeluarkan dalam rapat koordinasi tersebut. Pertama, Pertamina menyalurkan BBM jenis Solar di tiga SPBU pada hari yang sama. Kedua, SPBU menambah tenaga pengatur dan pengisi nozzle (corong).

“Pasca-rekomendasi itu ternyata tetap ada (antrean). Sehingga masalah ini kita rapat lagi karena tadi ada unjuk rasa. Nanti kita coba berpikir lagi. Kita juga tetap membuka diri mungkin dari masyarakat, stakeholder lain, pers bisa memberikan saran,” pungkas Karim dikonfirmasi di kantor Wali Kota Baubau.(exa)