PUBLIKSATU.BAUBAU-Omzet BLUD RSUD Baubau diproyeksikan naik dua kali lipat setelah merekrut 208 pegawai kontrak baru.

Direktur BLUD RSUD Kota Baubau, dr H Sadly Salman SpOG menjelaskan struktur gaji yang akan diperoleh pegawai kontrak baru, tertinggi sekitar Rp 7 juta, terendah sekitar Rp 1 juta.

“Belum termasuk nanti jasa medis yang akan mereka terima tiap bulannya, kira-kira antara Rp 500 ribu sampai Rp 900 ribu, belum termasuk tambahan untuk BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung oleh rumah sakit sekitar Rp 600 ribuan sebulan,” bebernya.

Apakah gaji terendah sekitar Rp 2 juta? “Ya betul kalau diakumulasi sekitar Rp 2 juta-an,” jawabnya.

Ditanyakan berapa pengeluaran yang akan menjadi beban BLUD RSUD untuk membayar pegawai kontrak baru, Sadly mengatakan kalau dirata-ratakan sebulan sekitar Rp 230 juta sampai Rp 250 juta. Jumlahnya akan bertambah bila ditambah dengan jasa medis.

Sadly punya hitung-hitungan untuk menambah omzet instansinya. Pihaknya mematok pendapatan rumah sakit per bulan.

“Kalau kemarin di bawah Rp 2 miliar sebulan, beberapa bulan terakhir sempat mencapai angka Rp 4 miliar. Kami optimis bisa menggaji mereka per bulan dengan estimasi pendapatan di atas Rp 2 miliar per bulan.

Apakah kenaikan omzet per bulan diproyeksikan naik dua kali lipat? “Ya betul, karena ada beberapa alat kami bisa memberikan nilai pendapatan lebih dibanding yang sebelumnya untuk pendapatan rumah sakit,” kuncinya.(iwn)