PUBLIKSATU.BAUBAU-BLUD RSUD Baubau terus berpacu meningkatkan kapasitas layanan. Setelah merekrut pegawai kontrak baru, institusi yang dipimpin dr H Sadly Salman SpOG tersebut akan dilengkapi sejumlah peralatan baru.

Direktur dr H Sadly Salman SpOG mengaku BLUD RSUD Baubau punya ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) merupakan tindakan non-invasif untuk menangani batu saluran kemih, batu kandung kemih, batu ginjal, maupun batu empedu dengan memanfaatkan gelombang kejut dari luar tubuh tanpa merusak jaringan tubuh lainnya.

“ESWL untuk memecah batu ginjal, kemudian ada juga alat Endo Urologi untuk operasi-operasi prostat tanpa membelah perut. Lewat jalur kencing sehingga bisa membuat pendapatan yang baru untuk rumah sakit,” terangnya.

Tambahan alat baru tersebut diproyeksinya sebulan omzet mencapai Rp 4 miliar. Diharapkan estimasi itu bisa tercapai.

Sadly menambahkan tahun ini BLUD RSUD Baubau bakal kedatangan Cath Lab (Catheterization Laboratory) atau Laboratorium Kateterisasi. Cath Lab adalah ruang pemeriksaan di rumah sakit dengan peralatan pencitraan diagnostik yang digunakan untuk memvisualisasikan arteri jantung dan bilik jantung dan mengobati stenosis atau kelainan yang ditemukan.

“Bisa digunakan untuk memasang cincin jantung dan juga bisa untuk DSA untuk melihat adanya kelainan pembuluh darah yang akan dipakai dokter neurologi intervensi dan jantung intervensi,” tukasnya.

Sebagai referensi DSA (Digital Subtraction Angiography) adalah teknik fluoroskopi yang digunakan secara luas dalam radiologi intervensi. Prosedur ini bertujuan mendapatkan gambaran pembuluh darah. Dalam DSA struktur radiopak seperti tulang dapat dihilangkan secara digital.

Kehadiran peralatan tersebut diharapkan masyarakat Kota Baubau tidak harus dirujuk sampai ke Makassar atau Jakarta. Bisa diminimalisir sehingga ditangani di RSUD kota Baubau.

Soal SDM, dr Sadly mengaku sekarang dokter neurologi intervensi sudah diterima belajar di Unhas, kemudian untuk jantung intervensi menunggu giliran mengikuti fellowship.

“Alat kemungkinan besar bisa beroperasi itu diakhir tahun ini ataupun diawal tahun 2024,” katanya.

Sadly mengharapkan upayanya tersebut mempercepat peningkatan status BLUD RSUD Baubau. “Moga-moga dengan itu bisa memberikan daya saing sehingga rumah sakit bisa di-acc untuk peningkatan tipe dari C ke tipe B,” tukasnya.(iwn)