MUBAR.PUBLIKSATU-Masyarakat Kabupaten Muna Barat (Mubar) mulai menantikan kemegahan kantor bupati, kantor DPRD, Masjid Raya, dan kantor-kantor lain yang ada di Mubar. Meski tidak akan lama lagi dikerja, namun masyarakat terus bertanya seperti apa model postur bangunan yang akan dibangun 2023 ini.

Dipastikan akan tampil beda dengan kantor-kantor bupati di derah lain yang ada di Sultra. Sekilas Kepala Dinas Perumahan dan Penataan Ruang (PUPR) Mubar, Agus Salam Rua menggambarkan desain Kantor Bupati Mubar bergaya klasik modern.

Kata dia, soal model kantor yang akan ditempati orang-orang nomor satu di Mubar ini, Pj. Bupati Dr. Bahri sudah mendesain sendiri. Sudah ada gambar yang disiapkan dan akan tampil beda dengan daerah lain di Sultra.

“Desain secara keseluruhan sudah siap. Model bangunannya panggung. Kenapa panggung, karena mencerminkan adat dan budaya daerah. Bentuknya semi tradisional moderen,” kata Agus.

Keberadaan kantor bupati serta kantor-kantor lain tentu akan merubah wajah Ibukota Laworo dimasa kepemimpinan mendatang. Buah tangan Dr. Bahri nanti akan menjadi catatan sejarah bagi seluruh masyarakat.

Menurutnya dia, begitu pula dengan model kantor DPRD, akan tidak jauh beda dengan kantor bupati. Semua akan dipoles dalam bentuk klasik modern yang perpaduan dengan adat daerah.

“Detail Engineering Design (DED) semua kantor sudah ada. Tinggal menunggu proses tender selanjutnya untuk dikerja. Kalau APBD 2023 telah disepakati, maka anggaran pekerjaan kantor-kantor tersebut langsung dilelang,”tuturnya.

Sementara itu Kabid Anggaran, Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Mubar, La Ode Hasanu menyebutkan, Pemkab Mubar tahun 2023 menyiapkan anggaran untuk pembangunan kantor-kantor tersebut kurang lebih Rp 78 miliar. Semuanya berasal dari APBD murni Mubar.

“Untuk pembangunan kantor bupati disiapkan senilai Rp 40 M. Kantor DPRD sekitar Rp 20 M, mall pelayanan publik dipasang Rp 5 M, Rujab Bupati dan Wakil Bupati Rp 5 M. Masjid Raya dialokasikan Rp 4 M, Rujab ketua DPRD senilai Rp 1,5 M, Rujab wakil ketua masing-masing Rp 1 M,” sebutnya.

Dana yang disiapkan itu lanjut dia, sesuai kebutuhan masing-masing item kegiatan pekerjaan hingga tuntas alias siap pakai. “Dirinci berdasarkan kebutuhan dalam DED. Pastinya perencana teknis sudah kelar dari tahun ini. Tindak lanjut dari perencanaan itu akan terwujud di tahun 2023 nanti,” timpal Hasanu.(p5)