BAUBAU – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Baubau menyalurkan bantuan masing-masing satu set breaker dan genset di empat kelurahan. Perangkat mesin penghancur batu itu salah satunya bisa digunakan untuk menggali kubur.

Adapun kelurahan penerima breaker dan genset yakni Kolese Kecamatan Lealea serta Wajo, Lamangga, dan Tanganapada Kecamatan Murhum. Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse menyerahkan langsung bantuan tersebut yang dipusatkan di kantor Kelurahan Tanganapada, Kamis (24/11).

Kepala Disperkimtan Baubau, Amalia Abibu mengatakan, biaya pengadaan breaker dan genset itu bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disperkimtan tahun 2022 dengan nilai total sekira Rp 119 juta. Bantuan ini dianggap bagian dari upaya mendekatkan pelayanan Pemerintah Kota (Pemkot) kepada masyarakat.

“Bantuan ini merupakan usulan dari masyarakat sendiri yang didorong oleh anggota DPRD. Aspirasi itu kemudian disahuti Pemerintah Daerah dalam hal ini Wali Kota Baubau sesuai dengan anggaran yang tersedia di dinas kami,” kata Amalia.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Kota Baubau, Noor Gemilang Siradja mengatakan, breaker dan _genset itu selalu menjadi aspirasi konstituen baik saat reses maupun dalam forum-forum musyawarah. Pada dasarnya, kedua alat itu untuk memudahkan warga dalam urusan sosial kemasyarakatan.

“Utamanya dalam hal pemakaman. Biasanya ada kawasan-kawasan tertentu susah dijangkau tenaga manusia, makanya kita usulkan mesin.
Di luar itu, alat ini juga untuk membantu urusan kegiatan berkaitan menggali tanah yang memiliki tekstur keras,” jelas Gilang-sapaan akrab Noor Gemilang Siradja.

Legislator Partai Hanura ini mengakui, realisasi bantuan mesin itu tidak terlepas dari kolaborasi DPRD dengan Pemkot Baubau. “Breaker dan genset ini dikelola langsung oleh masyarakat, bukan pemerintah kelurahan,” tandas anggota Komisi II DPRD Baubau ini.(exa)