BAUBAU – Ketua Panitia Tim Kesehatan Porprov ke XIV Kota Baubau, dr Lukman menanggapi kabar atlet pencak silat Kota Baubau yang gatal-gatal gegara diduga mengonsumsi makanan yang disiapkan.

“Kita tahu bersama kan bahwa penyebab gatal itu kan bukan hanya karena makanan, tetapi atas kejadian ini semua tetap waspada untuk mengonsumsi, apalagi di tengah pressing pertandingan begitu ketat,” kata Lukman lewat sambungan telepon, Rabu 23/11.

Lukman menjelaskan penyebab gatal-gatal yang dialami atlet tersebut sulit ditentukan apakah karena keracunan makanan.

“Sulit juga kita menentukan kalau itu penyebabnya (makanan), karena kan gatal-gatal ini banyak, namun petugas-petugas kami sudah menulusuri sampai ke tingkat penyedia. Kita berharap pihak-pihak penyedia juga menyediakan makanan bervariatif,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau ini berharap para atlet harus tetap semangat, khususnya atlet-atlet Baubau dan jangan ragu untuk mengonsumsi makanan catering, baik disediakan panitia maupun makanan yang dipesan sendiri.

“Tetapi pada intinya makanan-makanan yang diharapkan disajikan itu yang bervariatif dan berkalori tinggi karena makanan yang berkalori tinggi itu kita butuhkan dalam pertandingan-pertandingan,” katanya.

Olehnya itu, ia berharap kepada seluruh kontingen Kota Baubau harus tetap semangat dan kontingen-kontingen daerah lain jangan takut datang ke Kota Baubau maupun ke Kabupaten Buton dalam laga Porprov Sultra 2022.

Diketahui, sejumlah atlet mengalami gatal-gatal. Diduga gatal-gatal itu akibat memakan makanan yang disediakan.

YR (inisial) yang merupakan salah satu kontingen pencak silat Kota Baubau mengatakan, para atlet mengalami gatal-gatal usai mengonsumsi makanan yang disediakan.

“Kalau yang itu seperti biasa dikasi makanan anak-anak langsung kegatalan, tapi mereka tidak lanjut lagi makan, sudah langsung dibuang,” kata YR dihubungi lewat sambungan telepon.

YR menyebutkan, kurang lebih 10-15 orang atlet dari cabor pencak silat yang mengalami gatal-gatal usai memakan makanan yang disediakan.

“Hanya kan tidak sampai terjadi sakit perut atau yang lainnya, hanya kan mereka sudah rasa memang, jadi mereka cuma memakan nasi dan sayur saja,” terangnya. (*)