BAUBAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mengincar investasi dari luar negeri. Teranyar, tiga negara barat ditawari potensi usaha sektor maritim.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) mempromosikan potensi perikanan Baubau ke konsulat negara asing itu dalam sebuah forum investasi yang diselenggarakan di Kota Makassar Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu. Negara tersebut yakni Jerman, Belanda, dan Australia.

“Kemarin pada saat forum investasi di Kota Makassar, saya melakukan pendekatan beberapa Konjen seperti Jerman, Belanda, dan Australia. Saya menjual potensi-potensi kita seperti rumput laut dan perikanan,” ujar Kepala DPM-PTSP Kota Baubau, Suarmawati dikonfirmasi awak media, Senin kemarin.

Menurut dia, Jerman menjadi salah satu yang cukup tertarik pusat industri perikanan di Kota Baubau. Hanya saja, pihak negara eropa berbentuk federal itu butuh kepastian adanya cold storage atau tempat pendingin.

“Jerman tertarik untuk datang, yang penting kejelasan lahan kita. Dari pihak perikanan menyatakan lahan pendirian cold storage sudah siap. Jadi, sementara kami perbaiki proposalnya untuk kami tindak lanjuti,” imbuhnya.

Di sisi lain, tutur dia, realisasi investasi di Baubau hingga triwulan ketiga tahun 2022 masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah pusat. Capaian baru berkisar Rp 30 miliar, sementara target kurang lebih Rp 500 miliar. Untuk itu, pihaknya akan bersusah payah mengejar target di sisa satu triwulan terakhir (Oktober – Desember).

Menurut Suarmawati, penyebab realisasi investasi masih tersengal-sengal itu antara lain banyak pelaku usaha belum migrasi data ke Online Single Submission Approach Risk Based (OSS-RBA). Para pelaku usaha masih terpaku ke OSS versi 1.1.

“Kedua, rata-rata pelaku usaha belum bisa menyampaikan LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) karena lupa password. Kendala ketiga yaitu waktu penyampaian LKPM cukup singkat hanya 10 hari setiap triwulan. Hingga triwulan ketiga, yang melaporkan baru 28 UMKM dan delapan non UMKM,” urainya.

Belum tuntasnya evaluasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) hasil revisi juga menjadi penghambat krusial dalam upaya menarik investor di Baubau. “Jadi, kendala paling utama adalah belum terealisasinya revisi RTRW,” pungkasnya.(exa)