BAUBAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mulai membatasi konten iklan rokok. Reklame produk gulungan tembakau itu kini tidak boleh lagi memuat harga.

“Tidak boleh ada harga (rokok) di dalam konten reklamenya. Dasarnya karena ada aturan (arahan, red) Balai POM (Pengawas Obat dan Makanan), tapi saya tidak hafal regulasinya,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Baubau, Suarmawati dikonfirmasi usai rapat di kantor DPRD Baubau, Senin (22/11).

Pun, tegas dia, pihaknya sudah mulai menerapkan larangan iklan memuat konten harga rokok tersebut. Aturan ini juga berlaku untuk spanduk rokok yang dipasang di warung-warung. “Sekarang kita tidak boleh lagi (iklan rokok ada harganya). Yang sudah terlanjur silakan, tapi selanjutnya tidak boleh lagi,” tuturnya.

Lebih jauh, terang dia, pihaknya bersama Balai POM dan Satpol PP baru-baru ini juga telah menyamakan persepsi soal pembatasan konten iklan rokok. Di mana, pemilik reklame wajib menyampaikan konten iklan rokoknya sebelum dirilis ke publik.

“Kami sudah buat format pernyataan para vendor rokok bahwa kalau mau publish reklame, maka harus kita lihat dulu isinya. Ini kita lakukan karena jangan sampai ajakan-ajakan kepada masyarakat atau pelanggan yang tidak sesuai dengan yang telah digariskan oleh Balai POM,” tandasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Baubau, Acep Sulfan meminta larangan iklan harga rokok dikaji dulu secara matang. Sebab, pihaknya merasa risau kebajikan itu justru akan menggerus potensi pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Memang larangan itu ada di PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 109 Tahun 2012. Tapi, penerapan aturan ini sebenarnya dikembalikan ke daerah masing-masing. Artinya Pemkot Baubau bisa memilih diterapkan atau tidak diterapkan,” jelas Acep.

Menurut Legislator partai Gerindra ini, larangan iklan rokok yang memuat harga bisa diberlakukan sepenuhnya jika pendapatan daerah dari sektor pajak reklame sudah mumpuni. Faktanya, saat ini penyumbang keuangan Pemkot Baubau masih mengadakan dana transfer dari pemerintah pusat.

“Saya khawatir PAD kita dari iklan rokok ini hilang. Karena saya sudah berbicara dengan salah seorang vendor rokok katanya kalau iklan rokok dilarang tulis harga, maka kemungkinan tidak mau pasang iklan lagi di Baubau. Harusnya hanya spot-spot tertentu yang dilarang misalnya area olahraga dan tempat ngumpul anak-anak,” pungkas Ketua Badan Kehormatan DPRD Baubau ini.(exa)