PUBLIKSATU – Persebaya Surbaya buka opsi berkandang di luar Surabaya. Penyebabnya adalah Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, segera direnovasi lagi bulan depan. GBT adalah salah satu venue Piala Dunia U-20 tahun depan.

Lalu, bagaimana nasib Persebaya Surabaya? Green Force mungkin tidak bisa berkandang di GBT selama proses renovasi.

Memang kompetisi masih ditunda. Belum ada kejelasan kapan Liga 1 kembali dimulai. Tapi, manajemen tetap memikirkan nasib home base mereka.

”Kami lihat perkembangan berikutnya. Sampai sekarang kami belum berandai-andai. Sebenarnya salah satu stadion home kan GDS,” kata Manajer Persebaya Yahya Alkatiri seperti dikutip dari jawapos.com.

Green Force memang mendaftarkan dua stadion untuk Liga 1 2022–2023. Selain GBT, ada Gelora Delta, Sidoarjo. Markas Deltras FC itu sudah dipakai saat menjamu RANS Nusantara FC (15/9).

Masalahnya, laga itu berakhir ricuh. Banyak suporter yang turun ke lapangan. Mereka merusak fasilitas stadion berkapasitas 35 ribu penonton itu. Manajemen Persebaya sampai harus ganti rugi.

Karena faktor itu pula, kans berkandang di Gelora Delta kian tipis. Izin dari pemerintah setempat dan keamanan tentu tidak mudah.

Yahya sempat berkomunikasi dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

”Menurut beliau, Persebaya lebih baik main di Surabaya saja dulu. Pertimbangannya adalah faktor keamanan yang sesuai dengan SOP kami,” beber mantan manajer Persik Kediri itu. Selain GBT, masih ada Stadion Gelora 10 November (G10N) yang bisa digunakan.

Kebetulan, markas lama Persebaya itu juga sudah direnovasi. Sebab, G10N akan menjadi salah satu tempat latihan peserta Piala Dunia U-20. Cuma, bisa saja stadion di Kecamatan Tambaksari itu ikut direnovasi. Karena itu, manajemen Persebaya tetap membuka segala opsi. Termasuk jika harus berkandang di luar Surabaya Raya.

Yang jelas, memilih home base tidak bisa dilakukan dengan grusa-grusu. ”Ya, tentu kalau mau pindah, kami akan ukur dulu semuanya. Baik itu kapasitas (stadion) maupun sarana dan prasarana di sana. Jadi, pertandingan akan aman,” beber Yahya.

Pihaknya kini memilih fokus untuk mempersiapkan tim sebaik-baiknya. Soal desakan untuk melakukan kongres luar biasa (KLB), Yahya belum bisa banyak bicara.

”Untuk yang satu ini (KLB), lebih baik kami menunggu sikap resmi klub,” katanya.

Dia tidak bisa memutuskan karena harus berdiskusi dengan banyak pihak di internal klub. Yang jelas, saat ini skuad Green Force masih rutin berlatih. Mereka hanya libur saat weekend. (*)