Publiksatu – Pascainsiden Kanjuruhan (1/10), tim Arema FC masih diliburkan. Semua pemain masih shock dengan kejadian tersebut.

Kondisi itu membuat tim pelatih memutar otak. Mereka tidak ingin pemainnya terus berada dalam kondisi down.

Dikutip dari jawapos.com, Pelatih Arema FC Javier Roca memastikan bakal ada sesi khusus untuk skuad Singo Edan. Salah satunya adalah melakukan trauma healing atau penyembuhan trauma.

’’Ya, ada (trauma healing). Pekan ini tim sudah ada sesi dengan psikolog,’’ ucap Roca.

Nantinya, sesi dengan psikolog tidak akan langsung dilakukan secara bersamaan. Akan ada pembagian setiap sesinya.

’’Bakal ada sesi untuk individual dan grup,’’ ungkap mantan pelatih Persik Kediri itu. Dengan begitu, sesi trauma healing akan lebih maksimal.

Skuad Arema FC memang harus mendapat pendampingan. Mereka melihat langsung insiden memilukan di Kanjuruhan. Bahkan, ada korban yang meninggal di ruang ganti pemain.

Belum lagi beberapa penggawa Singo Edan yang ikut membantu evaluasi korban saat di lapangan. Termasuk Ali Rifky, sang manajer tim.

Roca berharap sesi dengan psikolog itu berjalan lancar. Sebab, dia ingin mental pemainnya kembali seperti semula.

’’Ini penting supaya kami bisa kembali lebih fokus untuk beraktivitas secara normal,’’ beber pelatih 45 tahun itu.

Dia ingin sesi tersebut tidak lantas membuat pemain lupa dengan tragedi Kanjuruhan. ’’Yang paling penting, kami harus sadar untuk terus hidup dengan luka ini,’’ tambahnya.

Saat ini skuad Arema FC masih terus bergiliran melakukan takziah ke rumah duka. Sejauh ini, total ada 132 korban jiwa dalam tragedi tersebut. Sudah satu pekan mereka melakukan takziah keliling ke satu per satu rumah korban. Karena itu, belum ada aktivitas latihan yang dilakukan.

Kemarin beberapa pemain juga masih melakukan kunjungan ke rumah duka. ’’Kalau sudah selesai, setelah itu kami baru akan berkumpul untuk membahas program ke depan,’’ kata pelatih asal Cile itu.

Bersama Roca, Arema FC hanya meraih satu kemenangan. Yakni, saat menang tipis 1-0 melawan Persik Kediri. (*)