Publiksatu – Tragedi Kanjuruhan meninggalkan trauma mendalam bagi banyak pihak. Tidak terkecuali para penggawa tim Arema FC.

Sebab, ratusan nyawa melayang setelah Singo Edan –julukan Arema– bertanding melawan Persebaya Surabaya.

Karena itu, CEO Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) M. Hardika Aji akan memberikan perhatian lebih kepada skuad Arema. APPI akan terbang ke Malang untuk membantu memulihkan mental para pemain.

”Tahun ini kami punya campaign tentang mental health. Dan, karena keadaan ini, para pemain Arema akan jadi fokus pertama kami. Dalam waktu dekat kami akan ke Malang,” ujar Aji seperti dikutip dari jawapos.com.

Menurut Aji, pemulihan kondisi mental para pemain Arema tidak bisa dilakukan hanya dalam sepekan. Mereka butuh waktu untuk bisa kembali melihat rumput stadion, locker room, tribun, dan stadion.

Sebab, saat tragedi itu terjadi, para pemain Arema melihat jenazah di Stadion Kanjuruhan. ”Perlu waktu untuk menyembuhkan rasa traumatik mereka,” tegas alumnus Universitas Indonesia tersebut.

Aji menerangkan, APPI tidak masalah kompetisi Liga 1 ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. Dia ingin kompetisi kasta tertinggi di Indonesia itu berjalan setelah ada sistem baru yang bisa memastikan penyelenggaraan pertandingan berjalan aman.

”Para pemain ikhlas terhadap penundaan ini. Kami sama-sama men-support Arema supaya luka mereka hilang,” terang Aji.

Sementara itu, pelatih Persita Tangerang Angel Alfredo Vera saat dimintai pendapat mengenai penundaan kompetisi Liga 1 yang kemungkinan akan lama tidak bisa berkomentar banyak.

Mantan pelatih Bhayangkara FC dan Sriwijaya FC Palembang itu memilih bersabar dan tetap menggelar latihan.

”Saya tidak mau bilang apa-apa. Kita harus sabar menunggu keputusan dari PSSI dan pemerintah. Untuk sekarang, kami tetap latihan,” terang mantan pelatih Persipura Jayapura dan Persebaya Surabaya tersebut. (*)