Publiksatu – Presiden Amerika Serikat Joe Biden sudah mengumumkan status pandemi Covid-19 berakhir. Namun, penelitian seputar pengobatan Covid-19 di AS masih dilakukan. Terbaru seorang ahli saraf di lembaga penelitian AS telah mengembangkan pengobatan eksperimental Covid-19. Obat itu membuat virus Korona melawan dirinya sendiri.

Dikutip dari jawapos.com, obat yang dijuluki NMT5, diciptakan oleh direktur pendiri Neurodegeneration New Medicines Center Scripps Research Institute dr. Stuart Lipton dan tim ilmuwan. Ini adalah turunan dari memantine, obat Alzheimer yang dikembangkan Lipton pada era 1990-an.

Sekarang peneliti berharap antivirus Covid-19 NMT5 disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Maka bisa dikonsumsi secara oral oleh orang yang terinfeksi seperti obat Paxlovid sebelumnya.

Cara Kerja NMT5

NMT5 mengubah virus mengubah sel tempat Covid-19 biasanya menempel sehingga virus tidak lagi mampu menginfeksi mereka. Karena pendekatan yang berbeda untuk menyerang virus, NMT5 dianggap dapat mencegah penyebaran infeksi ke orang lain.

Profesor ilmu saraf dan neurologi di Universitas San Diego Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Yale menemukan obat ini.

Sebuah studi peer-review oleh Lipton dan timnya ini diterbitkan 29 September di Nature Chemical Biology. Studi pada hamster dilakukan dan diklaim hampir menghilangkan pendarahan besar di paru-paru yang menyebabkan kematian akibat Covid-19saat diotopsi. Dalam penelitian secara signifikan mengurangi respons peradangan pada hamster yang meminumnya, dibandingkan dengan hamster yang tidak minum.

Terlebih lagi, NMT5 diklaim sangat efektif melawan varian Covid-19 Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron. Obat ini mengurangi kemampuan virus untuk bereplikasi di inang dan menularkan ke orang lain hingga 95 persen.

Selain diminum dalam bentuk pil, obat ini juga bisa dihirup. Artinya bisa langsung berdifusi ke paru-paru dan saluran hidung. Karena NMT5 adalah kombinasi dari dua obat yang disetujui FDA yakni memantine dan nitrogliserin, maka diyakini obat ini kemungkinan aman. Peneliti berharap uji coba manusia dapat dimulai dalam beberapa bulan ke depan, paling lama satu tahun. (*)