Publiksatu – Deltras FC berhasil mengalahkan Kalteng Putra di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, kemarin (30/9).

Tapi, kemenangan tersebut tidak diperoleh dengan mudah. Deltras FC butuh waktu 57 menit sampai gol pertama tercipta lewat kapten tim Rendi Irwan

”Situasi memang sangat sulit. Tiga pertandingan kami away belum menang. Mungkin itu yang membuat kami di babak pertama tertekan. Kami terburu-buru dan tidak menemukan ritme,” kata Rendi seperti dikutip dari jawapos.com.

Seusai gol tersebut, Rendi tak kuasa menahan tangis. Matanya tampak sembap saat berselebrasi.

”Sepak bola apabila kalah tidak mengenakkan, apalagi tiga pertandingan. Saya tahu Deltamania dan masyarakat Sidoarjo kecewa dengan hasil tersebut. Tidak ada artinya kami cetak gol kalau tim ini tidak menang,” ujar dia.

Setelah gol tersebut, Deltras FC semakin leluasa. Tidak tanggung-tanggung, mereka mencetak empat gol tambahan lewat Muhammad Afrizhan (59’), Samsudin (64’), Amabel Ramansyah (83’), dan Martinus Novianto (89’).

”Alhamdulillah di babak kedua teman-teman bisa memberikan yang terbaik. Saya apresiasi semua, baik pelatih maupun pemain. Kemenangan ini untuk Deltamania yang ada di sini,” lanjut Rendi.

Kemenangan tersebut sekaligus mengurangi tekanan yang diterima skuad Deltras FC. Sebelumnya, tagar #IbnuOut sempat muncul di media sosial setelah The Lobster menerima tiga kekalahan beruntun melawan PSBS Biak, Persipura Jayapura, dan Persiba Balikpapan.

Kemenangan besar kemarin juga diraih tanpa kehadiran pelatih kepala Ibnu Grahan. Pelatih 55 tahun tersebut tidak tampak di sisi lapangan. Sepanjang pertandingan, asisten pelatih Deltras FC Nurul Huda-lah yang tampak memberikan instruksi secara langsung.

Lalu, ke mana Ibnu? ”Pelatih kepala saat ini sakit dan dilarikan ke rumah sakit,” kata pelatih kiper Deltras FC Agung Prasetyo. ”Kemenangan ini kami tujukan ke beliau dan masyarakat Sidoarjo khususnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, pelatih Kalteng Putra Eko Tamamie mengakui para pemainnya tampil buruk di babak kedua. Situasi semakin sulit setelah Deltras FC mencetak dua gol dalam waktu berdekatan.

”Kami terlambat start dan Deltras bisa ambil inisiatif serangan. Gol begitu cepat memengaruhi mental pemain kami,” kata Eko.

”Padahal, di babak pertama kami cukup luar biasa mengimbangi. Tapi, babak kedua terlalu banyak bertahan dan Deltras dengan mudahnya mencetak gol di daerah pertahanan kami,” tandasnya.

Dengan hasil tersebut, Kalteng Putra semakin terpuruk di klasemen Liga 2 grup timur. Mereka berada di dasar klasemen dengan raihan 1 poin dari lima pertandingan.

Sedangkan Deltras FC naik ke posisi ketiga klasemen. The Lobster meraih 9 poin dari hasil tiga kali kemenangan di laga kandang. (*)