Publiksatu – Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, hipertensi, dan diabetes terkait erat dengan gaya hidup. Asupan makanan tinggi garam, gula, dan lemak disertai kurang gerak, sudah menjadi kebiasaan setiap hari yang memicu berbagai penyakit.

Saat disinggung soal penyakit tak menular, Menteri Budi Gunadi Sadikin memiliki kiat-kiat khusus agar terhindar dari ancaman tersebut. Menurutnya, untuk mencegah penyakit tak menular modalnya adalah edukasi gaya hidup.

“Penyakit tak menular itu tentang edukasi lifestyle. Pendekatannya itu, mau nggak mau harus jadi program, itu berhasil. Mau hilangkan stroke, jantung, dan diabetes caranya ya ubah gaya hidup,” tegas Budi dalam acara Indonesia Millennial and Gen-Z Summit, Kamis (29/9) seperti dikutip dari jawapos.com.

Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah kurang gerak. Jika kurang gerak maka akan membuat tubuh menjadi gemuk.

“Kurang gerak bikin gemuk. Maka Indeks Massa Tubuh (BMI) di atas 24 melebihi ideal,” kata dia.

“Mau sehat tidak kena penyakit, ya gerak,” tegasnya.

Ia mencontohkan masyarakat Singapura dan Jepang rata-rata memiliki BMI di bawah 24. Itu karena mereka rutin gerak dan jalan kaki.

“Coba ke Jepang dan Singapura, itu rata-rata kurus-kurus. BMI di bawah 24,” ungkap Menkes.

Ia juga mengingatkan siapapun memerhatikan lingkar pinggang yang ideal. Untuk pria yakni harus di bawah 90 dan perempuan di bawah 80. Jika lebih, maka itu sudah obesitas.

“Mau healthy? Coba perhatikan lingkar pinggang,” ungkapnya.

“Enggak mau kena stroke kuncinya BMI ideal, lingkar pinggang ideal, gerak, lari. Naik sepeda. You need to change your lifestyle,” pungkasnya. (*)