Publiksatu – Lansia menjadi kelompok paling rentan dalam penyebaran penyakit legionellosis. Penyakit yang menyerang organ pernapasan itu mulai diantisipasi di Indonesia. Salah satunya Surabaya.

Dikutip dari jawapos.com, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, lansia menjadi kelompok paling rentan. ”Usia di atas 50 tahun probabilitas terpapar sebesar 75-80 persen,” kata Nanik, Senin (26/9).

Kelompok rentan itu, menurut Nanik, lebih berpotensi positif bila memiliki komorbid atau penyakit bawaan. ”Masa inkubasi penyakit legionellosis antara 2 hingga 10 hari. Namun rata-rata 5-6 hari,” ujar Nanik.

Penularan bakteri legionella, lanjut dia, dapat melalui aerosol di udara. Probabilitas lebih tinggi karena minum air yang mengandung bakteri legionella.

”Bakteri masuk melalui aspirasi air yang terkontaminasi, melalui pemindahan (inokulasi) melalui peralatan terapi pernapasan dan pengompresan luka dengan air yang terkontaminasi,” jelas Nanik.

Bakteri legionella dapat hidup di air laut, air tawar, sungai, lumpur, danau, mata air panas, dan genangan air bersih.

”Bakteri ini juga bisa hidup di air sistem pendingin di gedung bertingkat. hotel, spa, pemandian air panas, air tampungan sistem air panas di rumah-rumah. air mancur buatan yang tidak terawat baik, adanya endapan, lendir, ganggang, jamur, karat, kerak, debu, kotoran atau benda asing,” papar Nanik.

Bakteri tersebut disebut Nanik hidup pada suhu antara 5,7-63 derajat Celcius. Dan tumbuh subur pada suhu antara 30-45 derajat Celcius serta mampu hidup pada PH 2,7-8,3.

”Bakteri ini mati pada kondisi suhu di atas 60 derajat Celcius,” ucap Nanik. (*)