MUNA — Pemerintah Daerah Kabupaten Muna bakal mengajukan adendum Momerandum Of Understanding (MoU) Dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Pengajuan perubahan MoU tersebut dilakukan mengingat masa perjanjian pencairan dana pinjaman daerah akan berakhir pada tanggal 30 September 2022.

Bupati Muna, L.M. Rusman Emba saat ditemui usai menghadiri rapsat Paripurna DPRD tentang APBD Perubahan mengaku bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak PT. SMI untuk melakukan adendum MoU.

“Kami sudah ada komunikasi dengan pihak PT. SMI apakah MoU perlu ditinjau kembali atau perlu amandemen dan sebagainya,” ujarnya, Senin, 26/06/2022.

Rusman mengungkapkan, komunikasi perpanjangan masa pencairan dilakukan saat zoom meeting dengan PT. SMI beberapa hari lalu. Ia mengatakan hasil zoom meeting pihak PT. SMI akan datang di Muna untuk melakukan verifikasi laporan dan turun lapangan memantau langsung pekerjaan proyek yang bersumber dari dana pinjaman daerah itu.

Olehnya lanjut Rusman, untuk pencairan tahap kedua akan dilakukan setelah pihak PT. SMI turun melakukan verifikasi laporan Pemda apakah sesuai dengan fakta-fakta di lapangan. Karena ada beberapa tempat volume kegiatannya telah selesai pekerjaannya.

“Berdasarkan zoom meeting kita terakhir mereka PT. SMI akan turun verifikasi lapangan dan mengkaji, nanti di situ akan ada penyesuaian pemahaman antara PT. SMI dan Pemda Muna. Mudah-mudahan ada solusi yang terbaik. Karena memang kalau kita bicara persoalan mekanisme kita sudah menyelesaikan,” terangnya.

Bupati dua periode ini mengatakan, secara administrasi dana yang ditransfer tahap satu 25 persen sebesar Rp 58 miliar lebih sudah terpakai.

“Kalau kita bicara persoalan MoU kemarin bahwa dana yang digelontorkan 25 persen itu kita sudah selesaikan sudah hampir 99 persen. Kemudian ada beberapa kegiatan secara administrasi sudah memenuhi syarat,” pungkas Rusman. (Anuardin)

Bupati Muna L.M Rusman Emba dan Wakil Bupati Muna Bachrun Labuta. (Foto:Anuardin)