MUNA — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten menggelar Paripurna Penyerahan dokumen rancangan peraturan daerah tentang APBD Perubahan tahun Anggaran 2022, Jumat malam, 23/09/2022.

Penyerahan dokumen tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Muna Irwan, dua Wakil Ketua DPRD Muna Cahwan Rapi, Muh. Natsir Ido dan dihadiri 18 anggota DPRD Muna dan para kepala OPD lingkup Pemda Muna.

Sekda Muna Eddy Uga saat membacakan sambutan Bupati Muna L.M. Rusman Emba mengucapkan terima kasih kepada seluruh Anggota DPRD Muna yang telah membahas dan menyetujui nota kesepahaman perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022.

“Ini pertanda bahwa adanya semangat dan keseriusan dalam menyelesaikan semua tahapan dapat terselesaikan pada hari ini,” ucapnya.

Eddy mengatakan perubahan APBD merupakan salah satu kegiatan rutin daerah yang juga bagian dari tahapan sistem pengelolaan keuangan daerah dalam rangka terlaksananya penatausahaan keuangan daerah secara optimal, transparan dan akuntabel.

“Pada prinsipnya APBD Perubahan merupakan penyempurnaan dan perbaikan atas APBD murni tahun anggaran 2022 dengan mempertimbangkan capaian target pendapatan dan realisasi belanja yang telah dilaksanakan serta menampung berbagai perubahan baik sisi pendapatan, belanja maupun pembiayaan daerah,” terangnya.

Lebih lanjut, Eddy Uga menyebutkan rancangan APBD Perubahan tahun anggaran 2022 yang merupakan penyempurnaan dan perbaikan atas APBD 2022. Adapun rancangan APBD Perubahan di mana Pendapatan Daerah sebesar Rp 1,26 triliun lebih bertambah Rp 26 miliar lebih dibanding dengan APBD induk 2022 sebesar Rp 1,236 triliun lebih.

“Hal ini disebabkan oleh bertambahnya Pajak Daerah sebesar Rp 10 miliar dan pendapatan transfer pemerintah pusat bertambah sebesar Rp 16 miliar lebih,” sebutnya.

Kemudian belanja daerah pada rancangan Perubahan APBD tahun Anggaran 2022 sebesar Rp. 1,516 triliun lebih atau bertambah Rp 69 miliar lebih dibanding dengan APBD induk sebesar Rp 1,447 triliun lebih.

“Pertambahan ini disebabkan karena bertambahnya penerimaan pendapatan dan penerimaan pembiayaan,” ujar Eddy Uga.

Selanjutnya, Eddy Uga menyebutkan untuk pembiayaan daerah bersumber dari Silpa pada APBD awal tahun anggaran 2022 sebesar Rp 3 miliar bertambah menjadi Rp 103 miliar lebih, penerimaan pinjaman PEN sebesar Rp 233 miliar.

“Sementara pada APBD Perubahan berkurang menjadi Rp 174 miliar lebih sesuai dengan penerimaan pinjaman daerah pada tahun 2021 sebesar Rp 58 miliar lebih,” terangnya.

Di lain pihak, seluruh Anggota Fraksi DPRD Muna menerima nota keuangan daerah APBD Perubahan yang diserahkan oleh Bupati Muna yang diwakilikan oleh Sekda Muna Eddy Uga untuk dibahas di rapat gabungan Komisi.

“Karena seluruh fraksi setuju menerima nota kuangan daerah APBD maka pembahasan selanjutnya kita lakukan untuk dibahas di Gabungan Komisi,” tukas Ketua DPRD Muna, Irwan. (Anuardin)