Publiksatu – Perang Rusia-Ukraina belum juga berakhir. Hal ini membuat Presiden Rusia Vladimir Putin pusing.

Ia bahkan menebarkan ancaman perang nuklir terhadap Ukraina. Kali ini, Putin menegaskan ancaman itu sungguh-sungguh alias bukan gertak sambal.

Pernyataannya menandai eskalasi terbesar perang melawan Ukraina. Itu menimbulkan kekhawatiran akan bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Ini bukan gertak sambal,” tegas Putin.

Pesan dari pidato Putin yang tidak menyenangkan itu menandai puncak eskalasi terbesar perang Ukraina sejak invasi pada 24 Februari lalu. Ia tak main-main dalam penggunaan senjata nuklir.

Para ahli mengatakan pernyataan terbarunya meningkatkan kekhawatiran dunia akan bencana nuklir yang belum pernah terjadi sebelumnya. Putin mengonfirmasi bahwa dia berencana untuk mencaplok 4 wilayah yang diduduki sebagian di selatan dan timur Ukraina setelah referendum yang diatur Kremlin akhir pekan ini. Dia menambahkan siap menggunakan segala cara untuk mempertahankan integritas teritorial yang diduduki Rusia dan rakyatnya.

“Pernyataan Putin melampaui doktrin nuklir Rusia,” kata peneliti senior senjata PBB, Andrey Baklitskiy.

Ukraina yang terus menekan Rusia beberapa minggu terakhir, menyatakan berhasil membebaskan wilayah yang sebelumnya diduduki Rusia. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan dirinya dan militer Ukraina bertindak selangkah demi selangkah untuk membebaskan negaranya.

Seorang ahli politik Rusia Mark Galeotti, mengatakan ancaman nuklir Putin belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, dia mempertanyakan apakah Putin tega untuk merealisasikan ancamannya.

Sementara itu, Zelensky dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman, Bild, mengatakan tidak percaya Putin akan menggunakan senjata nuklir. Meski begitu, ia tidak menganggap sepele kemungkinan serangan nuklir dilancarkan oleh Rusia.

“Saya tidak berpikir dunia akan mengizinkannya menggunakan senjata itu (nuklir),” kata Zelensky. (*)