Publiksatu – Sakit jantung dan diabetes ternyata bisa juga disebabkan oleh kebiasaan begadang malam hari. Penelitian menunjukkan seseorang yang suka begadang lebih sensitif terhadap kadar insulin.

Orang-orang yang bangun pagi lebih mengandalkan lemak sebagai sumber energi, dan sering kali lebih aktif di siang hari, daripada mereka yang begadang. Itu artinya lemak dapat menumpuk lebih mudah di malam hari.

Temuan ini dapat membantu menjelaskan mengapa orang yang suka begadang memiliki risiko lebih besar terkena diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini membantu dokter untuk mengidentifikasi pasien sejak dini.

“Ini dapat membantu profesional medis mempertimbangkan faktor perilaku lain yang berkontribusi terhadap risiko penyakit,” kata penulis senior studi dan ahli metabolisme di Rutgers University di New Jersey Prof Steven Malin, seperti dikutip dari jawapos.com yang juga mengutip dari The Guardian, Rabu (21/9).

Para peneliti membagi 51 orang dewasa paruh baya yang gemuk karena sering begadang malam hari dipengaruhi tentang kebiasaan tidur dan aktivitas. Mereka memantau pola aktivitas relawan selama seminggu dan menguji preferensi bahan bakar tubuh mereka saat istirahat dan saat melakukan latihan intensitas sedang atau tinggi di treadmill.

Dalam artikel di Experimental Physiology, tim menggambarkan bagaimana orang yanh begadang kurang sensitif terhadap insulin dan tubuh mereka lebih menyukai karbohidrat daripada lemak sebagai sumber energi.

Prof Malin mengatakan tidak jelas mengapa perbedaan metabolisme terlihat pada mereka yang suka begadang. Akan tetapi satu kemungkinan, dia percaya, ini terkait dengan ritme sirkadian yang mengatur jam tubuh mereka. Temuan ini dapat memengaruhi diskusi seputar risiko kesehatan kerja shift malam dan bahkan mengubah jam agar sesuai dengan siang hari.

“Orang yang suka begadang dilaporkan memiliki risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang suka begadang,” katanya. (*)