BAUBAU – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Baubau mulai menajamkan perhatian terhadap generasi muda. Sebanyak 70 siswa SMA sederajat dibimbing menghadapi kerasnya persaingan dunia kerja di masa depan.

Penyuluhan dan bimbingan bertema ‘Kami Wirausaha Baru, Generasi Emas Indonesia’ itu dilaksanakan di aula salah satu hotel, Selasa (20/9). Pesertanya adalah siswa-siswi dari sembilan SMA, SMK, MAN.

“Tahun 2026 nanti, angkatan kerja diproyeksi 157.880 jiwa, terbesar dari kelompok usia 20-24 tahun. Apabila peningkatan angkatan kerja ini tidak diimbangi dengan lapangan kerja, maka dikhawatirkan semakin banyak pengangguran,” kata Asisten I Setda Baubau, MZ Tamsir Tamim.

Saat ini, ujar dia, pola kehidupan dunia sudah condong ke arah digitalisasi alias era industri 4.0. Pun berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa kompetisi global akan membutuhkan mental dan skill yang unggul dan berdaya saing.

“Kegiatan ini sangat mulia karena sejak dini mengindetifikasi potensi karir dunia , membantu mengetahui minat dan kemampuan pribadi, serta mengembangkan sikap. Kita berharap muncul orang-orang yang tepat di posisi tepat dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Baubau, Moh. Abduh mengatakan, penyuluhan dan bimbingan kepada siswa SMA sederajat ini merupakan interpretasi dari arahan Wali Kota. Di mana, pihaknya merasa berkewajiban mengantarkan anak usia 16-20 tahun ke gerbang generasi emas pada tahun 2045.

“Kegiatan ini kita hadirkan para pembicara yang dianggap cukup berhasil, ada cerita sukses. Kita ingin anak-anak punya jiwa entrepreneur, mau belajar, mau bergerak, mau bekerja mau melakukan sesuatu tanpa ada rasa takut salah,” tutur Abduh.

Menurut dia, pihaknya berharap ilmu dan pengetahuan dari kegiatan ini bisa melahirkan generasi muda Kota Baubau yang bisa go internasional. “Kalau perlu kita punya anak-anak ini bisa ke level nasional dan internasional,” tandas mantan Sekretaris Dinas Pariwisata ini.

Ketua Panitia kegiatan , Wa Ode Sumiati membeberkan, penyuluhan dan bimbingan ini melibatkan pemateri dari tiga unsur yakni peneliti dan pegiat advokasi masyarakat, wirausaha, dan konten kreator. “Saat ini telah terjadi perubahan dunia kerja yang mengarah kepada sistem pengembangan sumber daya manusia yang bersifat memiliki keahlian fleksibel, nyaman, dan betah,” tutur Sumiati.(exa)