MUNA — Pemerintah Daerah Kabupaten Muna telah mengajukan permohonan pencairan dana pinjaman PEN Tahap II kepada PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) awal bulan September 2022 lalu.

Plt. Kepala Dinas Kominfo Muh. Haidar mengungkapkan kebutuhan persyaratan yang dibutuhkan oleh PT. SMI, Pemerintah Daerah telah penuhi sesuai perjanjian antara PT. SMI dan Pemda Muna nomor 144/SMI/0921/nomor 900/1655/ dalam hal ini Pemda Muna dan PT. SMI.

“Pengajuan pencairan dana PEN tahap II telah diajukan kepada PT. SMI pada minggu pertama bulan September. Pengajuannya setelah Inspektorat melakukan reviu dokumen pencairan,” ungkapnya.

Haidar menjelaskan bahwa dalam hal pencairan tahap II memang dipersyaratkan adanya realisasi seluruh pekerjaan mencapai 75 persen dari 25 persen yang sudah dicairkan. Untuk pencairan tahap II ini adalah pencairan 45 persen atau sekitar Rp 100 miliar lebih dari jumlah pinjaman daerah.

“Sekarang Inspektorat sudah melakukan reviu terkait kebutuhan transfer dana pinjaman dan semua telah terpenuhi sesuai yang disyaratkan oleh PT. SMI,” jelasnya.

Selain itu lanjut Mantan Camat Pasikolaga ini untuk menjaga irama penggunaan dana PEN ini, Pemda Muna dalam hal ini Inspektorat Kabupaten Muna menggandeng BPKP untuk mengaudit pekerjaan.

“Inspektorat menggandeng BPKP untuk mengaudit pekerjaan demi menjamin kualitas pekerjaan, kemarin BPKP sudah turun melakukan audit pada 10 paket proyek strategis yang menjadi fokus BPKP, dan diharapkan apapun hasil audit probity BPKP ini akan menjadi saran dan masukan kepada Pemda Muna untuk melakukan perbaikan-perbaikan,” ujarnya.

Karena samua syarat telah dipenuhi lanjut Haidar, maka saat ini Pemda Muna tengah menunggu transfer dana tahap II dari PT. SMI terkait jadwal transfer dana.

“Kami berharap bahwa pihak III atau para kontraktor tidak perlu resah dan tetap bersabar karena tinggal kita menunggu jadwal transfer dana tahap II dari PT. SMI,” pungkas Haidar. (Anuardin)