BAUBAU – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Baubau kembali menertibkan pengguna bangunan pasar Wameo Kecamatan Batupoaro. Sedikitnya, ada 54 unit kios di pasar tradisional itu disegel sementara, Selasa (20/9).

“Hari ini (Selasa) kami melakukan penertiban didampingi Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pol PP, dan pemerintah kecamatan. Kami melakukan penyegelan 54 kios di blok B pasar Wameo,” kata Kepala Disdagperin Baubau, La Ode Ali Hasan dikonfirmasi di aula salah satu hotel.

Tindakan represif itu, ujar dia, terpaksa dilakukan pihaknya lantaran para penyewa kios tak kunjung membayar iuran kontrak. Para pelaku pasar tersebut dianggap terlalu lama melalaikan kewajiban sebagai pemakai kios-kios milik pemerintah.

“Sebelumnya kita sudah melayangkan surat teguran tiga kali, tapi tidak dihiraukan. Makanya, hari ini kita ambil alih karena sudah terlalu lama juga tidak dibayar,” jelas mantan Kabag Ekonomi Setda Baubau ini.

Rata-rata, menurut dia, para pelaku pasar sudah menempati kios itu empat tahun. Saat penyegelan, ada yang dijadikan gudang barang dan adapula ditinggal pemakainya yang sedang keluar daerah.

“Sewanya itu Rp 12,5 juta per kios per lima tahun dengan ketentuan uang muka Rp 6.250.000, sisanya dicicil selama lima tahun. Uang sewa itu menjadi PAD (Pendapatan Asli Daerah). Posisi pekan kedua September 2022, pemasukan PAD sewa pasar baru sekitar Rp 500 juta,” terangnya.

Pun, tutur dia, para pelaku pasar itu diberikan selama satu pekan untuk menyelesaikan tunggakan sewa kontrak. Jika tidak dituntaskan, maka kios-kios itu akan ditawarkan ke calon pengontrak baru.

Kalau seandainya mereka masih mau pakai lagi, maka harus berhubungan lagi dengan kita. Kalau tidak, maka akan diberikan pelaku pasar lainnya, banyak yang sudah antre,” tandas Ali Hasan.(exa)