BAUBAU – Ternyata Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse pencinta anak-anak. Kelihatan ekspresinya ketika menghadiri acara ramah tamah Keluarga Besar Warga Lingkungan Perumnas Waruruma di lapangan Batu Cadas Kompleks Perumnas Waruma Jumat (26/8) yang dihadiri banyak anak-anak. Karena memang acara Pekan Olahraga dan Seni itu sekitar 70 persen diikuti oleh anak SD dan SMP.

Ketika sebelum mengakhiri sambutannya, Monianse membuka kuis yang berhadiah Rp 100 ribu per orang.

Kuis pertama, Monianse memberikan soal, siapa yang bisa hafal Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Lama tidak ada yang berani maju, sampai dua kali diulang, baru muncul satu orang perempuan, ketika ditanya, “Siapa nama,” dia Jawab, “ Raodatul Jannah.” Walaupun sedikit grogi, akhinya Raodatul Jannah berhasil mendapatkan uang Rp 100 ribu dari Wali Kota.

Wali Kota kembali membuka kuis kedua dengan soal, siapa yang bisa menghafal Pancasila, hampir semua anak-anak yang hadir mengangkat tangan, bahkan mereka tidak segan lagi lari masuk mendekati Wali Kota dengan harapan akan dipilih. Akhirnya ia memilih enam orang sebagai calon penerima hadiah. Enam orang yang dipilih mereka menghafal Pancasila secara bergilir dan langsung terima hadiah Rp 100 ribu.

Wali Kota masih melanjutkan kuisnya. Kali ini untuk ibu-ibu dengan soal, siapa yang bisa menghafal rukun Islam, tapi rupanya ibu menjaga image (citra), hanya ada satu yang angkat tangan, tapi hafalannya salah nomor empat. Wali Kota kembali tawarkan kepada ibu-ibu untuk menyempurnakannya, ternyata tidak ada yang berani maju. Monianse pun kembali menawarkan pada anak-anak. Dan seorang anak kecil yang maju menghafal Rukun Islam secara sempurna, keduanya pun menerima hadiah masing-masing Rp 100 ribu.

Wali Kota berpesan agar orang tua dan guru memperhatikan anak-anak, didiklah mereka dengan baik, buatlah mereka gembira. Karena anak-anak inilah yang akan mengambil alih panggung pada HUT Kemerdekaan RI ke-100. Pada masa itu, Indonesia akan mernjadi salah satu negara maju di dunia, mereka nanti yang akan membangun negeri ini. Mereka yang akan jadi pengusaha, walikota, bupati, gubernur sampai menjadi presiden.

“Bukan lagi kita, mungkin kita saat itu sudah jalan duluan, kalau pun masih hidup sudah pakai tongkat, duduk di kursi roda atau terbaring lemah,” kata Monianse.

Pada kesempatan itu anak-anak juga mengisi acara melalui paduan suara, puluhan anak-anak menyanyikan lagu kemerdekaan sambil bergoyang memegang bendera merah putih. Tampilan mereka cukup menarik perhatian Wali Kota. Selesai bernyanyi mereka pun minta foto bersama Wali Kota. Monianse harus kembali menemui anak-anak, berada di tengah kerumunan anak-anak yang ceria dan penuh tawa itu. Cukup lama mereka ‘menyandera’ Wali Kota, mereka foto dengan berbagai pose sesuai keinginan mereka. “Sukses untuk anak-anak,” kata Wali Kota mengakhiri sesi fotonya bersama anak-anak.(***)