PUBLIKSATU – Presiden Joko Widodo menyempatkan bertemu para relawan saat Pilpres di sela kunjungan kerja di Kota Surabaya, Jawa Timur, kemarin (21/8). Pertemuan yang berlangsung di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, itu disebutnya sebagai pengobat rindu.

Pasalnya, sudah 2,5 tahun dia tidak bertemu langsung dengan pendukungnya. ’’Ini adalah tombo kangen. Obat kangen,’’ kata Jokowi, kontan disambut riuh pendukungnya. Ribuan relawan yang terhimpun dalam “sapu lidi” memenuhi area stadion sejak pagi. Massa yang mayoritas memakai kaus bermotif merah-putih itu datang dari berbagai daerah di Jatim.

Dikutip dari jawapos.com, Jokowi menyatakan, relawan sapu lidi merupakan kapal besar yang berisi banyak pemilih dalam Pemilu. Karena itu, dia meminta mereka untuk kompak dan solid. Lalu, aktif menjalin komunikasi dan koordinasi satu dengan yang lain.

Jokowi juga menyinggung arah dukungan di Pilpres 2024. Sebab, saat ini mulai banyak yang menanyakan sinyal dukungan Jokowi untuk calon kontestan di Pilpres nanti. “Banyak yang berbisik ke saya, ’Pak, dukung sinten nggih (Pak, dukung siapa ya, Red)’,” ujarnya.

Merespons hal itu, Jokowi menegaskan bahwa arah dukungan di Pilpres 2024 belum bisa ditentukan. Sebab, momen Pilpres masih cukup jauh. Dia pun meminta para relawannya untuk tidak terburu-buru melabuhkan dukungan politik ke salah satu calon kontestan. ’’Jangan tergesa-gesa. Jangan terburu-buru. Ojo kesusu,’’ tegas Jokowi, yang disambut ’’setuju’’ oleh massa di stadion.

Di atas panggung, perwakilan relawan membacakan ikrar untuk setia kepada Jokowi. Koordinator Relawan Sapu Lidi Nusantara Ahmad Badrul Tamam menyatakan akan tegak lurus dengan mengikuti arahan Jokowi. Itu terkait dengan sosok yang akan didukung di Pilpres 2024. “Ikrar ini sesuai dengan tema pertemuan kita bahwa 2024 satu komando ikut Pak Jokowi,” ucap Badrul. (*)