BAUBAU – Polres Baubau mulai fokus melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Baubau. Hal itu dilakukan pasca penandatangan MoU bersama Pemerintah Kota Baubau, bertempat di aula kantor Wali Kota Baubau, Rabu, 27/7.

“Iya, ini merupakan hasil tindak lanjut dari MoU, maka setelah MoU kami perkuat sosialisasi bagaimana pencegahan dan penanganan bagaimana kekerasan khusus perempuan dan anak,” kata Erwin kepada awak media di kantor wali kota.

Tindak lanjut dari MoU itu kata Erwin, berdasarkan data yang diungkap sepanjang tahun 2019 hingga 2021, kasus kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak telah meningkat.

“Mulai dari kekerasan seksual, terhadap kekerasan pelajar, terhadap perempuan bahkan kekerasan terhadap perempuan itu sendiri semakin lama semakin meningkat sehingga ini menjadi fokus kami ke depan,” ungkapnya.

Dengan semakin maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Baubau, menurut mantan Kapolres Konawe Selatan ini dibutuhkan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Dan kami dalam hal ini pihak kepolisian tidak bisa bergerak sendiri sehingga dibutuhkan suatu kekuatan sinergitas dari pemerintah setempat atau dinas terkait untuk menuntaskan masalah ini,” harapnya.

Polres juga kembali mengingatkan kepada semua pihak termasuk para orang tua yang memiliki putra dan putri agar tetap melakukan kontrol dan perhatian maksimal.

“Tolong yang memiliki putra dan putri untuk diatensi atau diantisipasi betul keberangkatan semua dari keluarga, kokohkan iman dan hadirkan keharmonisan dalam rumah tangga, karena itu bagian dari pencegahan,” harapnya.(p5)