PUBLIKSATU – Penyakit cacar monyet yang meluas membuat populasi khawatir akan berubah menjadi pandemi seperti Covid-19. Terkait hal itu, ahli penyakit menular di Amerika Serikat menegaskan tingkat keparahan antara Covid-19 dan cacar monyet berbeda, maka tak perlu khawatir berlebihan tetapi tetap waspada.

Kepala Penyakit Menular di Universitas Maryland Faheem Younos, mengatakan dalam kicauannya bahwa cacar monyet tidak akan berubah menjadi pandemi seperti Covid-19. Sebab cacar monyet bukan virus yang mematikan.

“Strainnya tidak mematikan, virus tidak menyebar di udara, wabah tidak global, wabah menyerang LSL (pria sesama jenis), penyakit ada pengobatan dan vaksinnya, dan tidak (sama dengan Covid-19),” tegasnya.

Dia juga mengatakan tak perlu adanya penguncian karena meningkatnya kasus cacar monyet. Ia juga mengibaratkan Covid-19 dan cacar monyet seperti ular dan kutu busuk.

“Kalau Covid-19 itu seperti digigit ular, cacar monyet itu seperti kutu busuk. Penting dan memprihatinkan, tapi tidak sama. Jangan terlalu ketakutan,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan virus cacar monyet tidak akan menjadi pandemi seperti Covid-19. Dalam sebuah tweet, dia mengatakan bahwa virus cacar monyet bukan Novel CoronaVirus.

“Biasanya tidak mematikan, kurang menular daripada Covid-19. Telah ada selama lima dekade, dan dicegah dengan vaksin cacar,” tambahnya.

Dia juga mengatakan bahwa cacar monyet lebih sulit menular. Penularan memerlukan kontak kulit yang dekat dengan lesi atau luka dan cairan.

“Permukaan dan tempat tidur yang kotor juga berisiko. Jarang tetesan pernapasan (droplet) dapat menulari,” katanya. (*)