PUBLIKSATU, BUTON TENGAH – Seorang pelajar di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) bernama Ferdin Feredikus (15) asal Desa Dahiango, Kecamatan Mawasangka, nyaris menjadi santapan Buaya muara Danau Fotu saat bersama empat rekan dan orang tuanya turun memperbaiki baling-baling perahu yang rusak, Sabtu (25/6/2022).

Beruntung, saat hendak menggigit pahanya, korban memberikan perlawanan dengan menendang kepala Buaya tersebut. Kendati bisa terlepas, paha bagian kanannya robek hingga mendapat 50 Jahitan.

Kapolsek Mawasangka Iptu La Ode Rachmat, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Dirinya mendapat laporan setelah korban dibawa ke Puskesmas terdekat di Desa Kanapa Napa.

Pria dengan pangkat dua bapak di pundak ini membeberkan, sekira pukul 08.30 wita korban bersama empat rekan dan orang tuanya meninggalkan Desa Dahiango menuju muara Dana Fotu untuk mengecek perahu sekaligus memperbaiki mesin perahu yang rusak.

30 menit kemudian, mereka tiba di muara Danau Fotu. Korban dan orang tuanya bersama empat rekannya dengan dibantu langsung memperbaiki mesin perahu tersebut ke bagian darat.

“Sekitar pukul 13.00 wita, korban turun mendorong perahu ke laut agar tidak kering. Pada kedalaman 2 meter dengan jarak 15 meter dari bibir pantai, tiba-tiba saja dia digigit buaya pada kaki dan paha bagian kanan,” tutur Kapolsek.

Buaya tersebut mencoba menyerang lagi ketiga kalinya, namun korban berusaha menendang kepalanya hingga gigitannya terlepas, kemudian Buaya lari ke tempat lain.

Korban kemudian berteriak minta tolong dan orang tuanya bersama empat rekannya spontan memberikan pertolongan dan membawanya ke darat. Setelah melihat ada luka serta darah di kaki dan paha kanan korban, mereka kemudian membawa korban ke Puskesmas terdekat.

“Korban mengalami luka robek pada bagian kaki kanan, dan mengalami luka robek pada bagian paha sebelah kanan. Dan jumlah seluruh jahitan luka kurang lebih 50 jahitan,” beber mantan Kapolsek Sangia Wambulu ini.

Rachmat menghimbau kepada warga untuk berhati-hati saat hendak ke Muara Danau Fotu, agar tidak ada lagi korban-korban lainnya.(uzi)