BUTON – Blank spot yang ada di sejumlah wilayah di Kabupaten Buton mulai mendapat perhatian pemerintah pusat.

Hal ini ditegaskan dengan kehadiran Asisten Deputi (Asdep) VII Bidang Koordinasi Komunikasi Informatika dan Aparatur (Bidkoor Kominfotur), Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Penny Rajendra, ST, MSc di Kabupaten Buton, Kamis, 16 Juni 2022.

Kunjungan tersebut untuk meninjau langsung area blank spot yang ada di Kabupaten Buton.

Rombongan Asdep terdiri Kabid Informatika, Kolonel Inf. Drs Susilo, Kabid Telekomunikasi, Kolonel Let Atep Putu Anta, S.Kom M.M, Analis Sumberdaya dan Iptek, Ekhy Adi Putra S.Kom, Anggota Pusat Pemantau Krisis Aditia Herlambang S.Kom, Perwakilan operator seluler XL, Arifin Torindin, Supervisor Distric, Ihsan Amar Operation Telkomsel Baubau serta PIC Indosat ooredo Kendari

Rombongan Asdep disambut Asisten Administasi Umum Sekda Buton, Drs. La Ode Muhidin Mahmud, dan Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Buton, Ir. Sudirman. Turut hadir OPD di antaranya, Bappeda, Dinas Pendidikan, BPMD, Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Perhubungan.

Sebelum meninjau langsung, Rakor bersama Pemkab dan operator seluluer digelar di ruang rapat VIP anjungan kantor Bupati Buton di Takawa, Pasarwajo.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Buton kami menyampaikan selamat datang di bumi penghasil aspal. Kami juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada tim Asisten Deputi yang telah melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Buton,” kata Asisten III Sekda Buton mewakili Bupati Buton.

Asisten III mengatakan pemenuhan kebutuhan akan telekomunikasi berupa pengadaan tower BTS adalah sesuatu yang sangat substansial. Sebab masih banyak daerah-daerah di Buton yang masuk kategori blank spot.

“Semoga dengan kunjungan kerja ini bisa ada solusi untuk membantu masyarakat yang selama ini jauh dari jangkauan signal seluler,” kata Asisten III.

Di tempat yang sama Asdep VII, (Marsma) TNI Penny Rajendra, ST, MSc, mengatakan transformasi digital di 2023 sudah harus tergerak dengan baik namun ada kesenjangan digital yakni blank spot salah satunya ada di daerah Buton sehingga perlu diatasi demi kebutuhan komunikasi.

“Ini kunjungan pertama merupakan triger untuk kami pastikan semoga dengan kunjungan pertama ini masalah bisa teratasi. Harapannya tidak akan kunjungan kedua,” ujarnya.

Berkaitan juga dengan operator untuk bisa koordinasi dan sinergi kami berharap ada sinergi dengan operator dengan kemampuan Kapabilitas signal agar tidak terjadi blankspot.

“Mohon bisa disampaikan kepada pimpinan akan kepentingan publik dan kepentingan swasta maupun bisnis,” katanya.

Asdep juga menegaskan adanya jaminan dari operator. “Karena ini bukan wilayah 3T sehingga bisa disinergikan bagaimana cara yang terbaik untuk titik blank spot ini teratasi,” katanya.

Asdep juga mengharapkan dengan kunjungan ini tidak ada lagi jaringan komunikasi yang kosong untuk pembangunan daerah Kabupaten Buton sebagai daerah penghasil aspal. Sehingga hak rakyat untuk bisa menerima informasi terpenuhi.

“Semoga kunjungan ini merupakan pertama dan terakhir untuk memberikan solusi akan transformasi digital dan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui sarana-sarana telekomunikasi,” pungkasnya.

Rombongan Asdep juga mengunjungi daerah-daerah blank spot yang dipusatkan di 3 wilayah yakni Desa Wajah Jaya, Kecamatan Lasalimu Selatan, Lasembangi, Kecamatan Lasalimu dan Desa Bukit Asri Kecamatan Kapontori.

Masyarakat di area blank spot menyambut antusias rombongan Asdep. Camat dan kepala desa juga menyampaikan data kependudukan sebagai data pendukung pemenuhan BTS di wilayah mereka. (*)