BURANGA- Jalan poros Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) penghubung Kabupaten Buton Utara (Butur), Buton dengan Kota Baubau kembali disorot pengguna jalan warga Lipu Tinandeakona Sara.

“Seperti inilah hasil kerjanya kontraktor beleng-beleng, aspal nya sepanjang jalan pengaspalan jalan poros Ereke-Baubau. Tepatnya poros SP Tiga Rio dan poros Rante Gola sudah terkelupas semuanya,” tulis Herkules di status akun Facebook nya, Jumat (3/6/2022).

Herkules, selaku warga Kelurahan Kambowa Kecamatan Kambowa ini mengaku, mewakili suara masyarakat pengguna jalan poros Provinsi Sultra di Butur, menyampaikan dan meminta kepada Gubernur Sultra Ali Mazi, anggota DPRD Provinsi Perwakilan Kabupaten Butur, Salam Sahadia, Ibu Muniarty, Kepala Dinas PU Provinsi Sultra, Baharuddin. Jika sudah keluar anggaran untuk kelanjutan pengaspalan jalan poros Ereke-Baubau, atas nama warga Lipu Tinandeakona Sara akan sangat menolak kontraktor “nakal”.

“Kami tolak bila kontraktornya yang akan kerja pengaspalan jalan ini yang mau kerjakan. Termsuk pengawas lapangannya kami tolak,” tandasnya.

Samsudin, nama asli Herkules ini menegaskan bahwa warga Lipu Tinandeakona Sara membutuhkan kontraktor yang kerja profesional, bukan abal-abal. “Kami butuh kontraktor yang profesional. Kami butuh seperti pengaspalan jalan poros ujung Desa Pongkowulu-Lagundi, sudah berapa tahun habis di kerjakan, alhamdulillah sampai sekarang ini tidak ada tanda-tanda aspal terkelupas. Dimana kontraktornya Pak Suhuzu,” pungkas nya.

Samsudin juga menyampaikan ucapan terimakasih, terhadap kontraktor pengaspalan jalan poros di depan kantor Bupati Butur di Buranga. “Itu juga bagus kerjanya, maaf saya tidak tahu nama kontraktornya. Saya mohon pengawasan ketat dari Pemprov Sultra, jangan sekedar mengugurkan kewajiban dan simpel-simpel saja. Karena hasil dan dampaknya sangat buruk, akibatnya APBD Provinsi hasilnya sia-sia karena tidak dinikmati lama warga pengguna jalan,” tandas nya. (mus)