PUBLIKSATU, BAUBAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mulai menyederhanakan struktur organisasi birokrasi. Sebanyak 35 eselon IV A menjadi pejabat pemula yang setarakan ke dalam jabatan fungsional, Selasa (31/5/2022).

Sebelum dialihkan menjadi fungsional, 35 orang tersebut merupakan Kepala Seksi dan Kepala Sub Bagian di empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Masing-masing sembilan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, tujuh dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, sembilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta 10 dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse yang langsung melantik dan mengambil sumpah ke 35 pejabat itu di aula Palagimata. Pengukuhan 35 pejabat fungsional tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, Roni Muhtar dan sejumlah Kepala OPD lingkup Pemkot Baubau.

“Hari ini mencoba pengalihan 35 orang eselon IV di empat OPD. Ini mandat dari pemerintah pusat yaitu sesegera mengimplementasikan perubahan dari jabatan struktural ke jabatan fungsional,” ujar Monianse dikonfirmasi usai melantik 35 pejabat fungsional.

Sebenarnya, kata dia, ada 287 pejabat tersebar di 41 OPD yang masuk dalam rencana penyederhanaan ke jabatan fungsional. Pun pihaknya akan berupaya menuntaskan target penyetaraan semua jabatan administrasi ke fungsional tersebut pada tahun 2022 ini.

“Tindakan (pengalihan ke jabatan fungsional) ini masih baru yang tentu akan kami pelajari segala hambatan dan tantangannya. Sehingga pada pelantikan berikutnya, kami sudah lebih memahami,” ujar Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Baubau ini.

Secara nasional, kata dia, kebijakan penyederhanaan jabatan administrasi ke fungsional di daerah-daerah ini akan diamati. Pun pemerintah pusat juga tersu menganalisa untung-rugi dari penyederhanaan jabatan tersebut.

“Kami juga akan terus evaluasi kebijakan ini kaitannya dengan dukungan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Terlebih, pejabat fungsional ini kemungkinan akan mendapat tunjangan lebih besar dari jabatan sebelumnya. Makanya, kami tidak menyederhanakan sekaligus, tapi secara bertahap,” ujar Wali Kota Baubau yang melanjutkan sisa masa jabatan mendiang AS Tamrin ini.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Baubau, Abdul Rahman mengatakan, dari sisi masa pengabdian, pejabat fungsional ini bisa pensiun pada usia 60 tahun. Sedangkan jabatan struktural selain Jabatan Tinggi Pratama (JPT) itu pensiun pada usia 58 tahun.

“Kemudian pindah dari instansi satu ke yang lain memang cenderung tidak gampang. Memang bisa saja pindah dari jabatan fungsional ke fungsional yang lain. Tetapi, setiap OPD itu sudah ditetapkan jabatan fungsionalnya. katakanlah Pustakawan di bawah di instansi di luar Perpustakaan,” ujar Rahman.(exa)