Catatan: Irwansyah Amunu

AKHIR pekan lalu, ada yang berbeda di Kota Baubau. Tambuhan drum, dan bunyi aneka alat musik bersatu menimbulkan irama dari sejumlah barisan Marching Band.

Memang Sabtu (14/5/2022), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, menggelar Festival Marching Band Se-Kepulauan Buton (Kepton) tingkat SD/MI, SMP/MTSN, dan SMA/SMK/MA.   

Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse membuka secara resmi lomba yang diselenggarakan di pelataran Kotamara tersebut.

Dalam pidatonya, Monianse mengaapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, atas upayanya dalam menyelenggarakan iven itu. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam upaya menggali potensi generasi muda di Kota Baubau.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Baubau memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang hari ini telah menyelenggarakan sebuah festival yang sangat spektakuler. Ini adalah sebuah kegiatan yang benar-benar memanfaatkan dalam menggali potensi generasi muda yang ada di Kota kita,” ujarnya dirilis laman Facebook Pemkot Baubau.

Ketua PDIP Kota Baubau ini menambahkan, selain bermanfaat untuk menggali potensi generasi muda, kegiatan tersebut juga merupakan langkah positif membentuk karakter generasi muda sebagai bekal dalam menghadapi tantangan zaman. Tantang akan lebih berat dari apa yang telah dilalui generasi sebelumnya.

“Olehnya itu maka, saya sangat menyambut baik kegiatan ini, karena ini bagian dari pembentukan karakter bagi generasi muda kita untuk menantang zamannya. Karena mereka harus mempunyai kemampuan yang lebih dari kita. Sebab tantangan yang akan mereka hadapi dimasa depan, akan lebih berat dari apa yang kita hadapi pada zamannya kita,” bebernya.

Orang nomor satu di Kota Baubau ini berharap, setiap sekolah yang membina Marching Band memanfaatkan semua peralatan untuk melatih para siswanya, yang mempunyai bakat dan keahlian dibidang tersebut. Selain itu pihaknya juga berharap, agar para siswa dapat diberikan pemahaman tentang pentingnya berkolaborasi dan kebersamaan.

Ia menyadari, tidak semua sekolah yang ada di Kota Baubau memiliki peralatan Marching Band. Untuk itu pihaknya berharap, agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Baubau dapat menyediakan peralatan tersebut, sehingga dapat dipinjam secara bergilir oleh sekolah dan kelompok-kelompok pemuda yang belum memilikinya.

“Karena saya melihat bahwa Marching Band ini benar-benar dapat membentuk sebuah karakter dalam hal kebersamaan dan kekompakan. Membangun kolaborasi, memunculkan kreativitas, inovasi, yang mana semuanya ini sangat diharapkan agar menjadi salah satu ciri dari pengembangan karakter pendidikan dimasa depan,” tuturnya.

Kepton belum terbentuk, namun Festival level Kepton sudah digelar. Setidaknya, ini menjadi pelipur lara, dan pelepas dahaga pemekaran ditengah tingginya harapan pembentukan Kepton.

Alhasil, festival telah usai, manfaat mestinya bisa dipetik. Semoga buah pembentukan Kepton segera matang, dan hasilnya bisa dipanen.(Follow Instagram: @IrwansyahAmunuNews)