WALAU belum lama berkiprah, pada Dies Natalis III Universitas Muslim (UMU) Buton dianugerahkan kepala daerah (Kada) inovatif kepada Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse dan Bupati Buton, La Bakry.

Laporan: Irwansyah Amunu

REKTOR UMU Buton, Dr H Sudjiton MM menilai dua Kada tersebut inovatif dalam membangun daerah. Penilaiannya dilakukan secara objektif terhadap kedua figur itu.

Wali Kota Baubau, inovasif dibidang kebudayaan. Dibuktikan dengan pencapaian Oputa Yikoo dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional, Benteng Wolio sebagai cagar budaya nasional dan akan masuk dalam daftar tentatif sebagai warisan dunia di Unesco. Termasuk kesuksesan dalam menggali nilai lokal sehingga diangkat menjadi local wisdom yakni Polima.

Sedangkan Bupati Buton di bidang tata kelola pemerintahan daerah (merit sistem). Pasalnya, pengangkatan pejabat dan pengisian birokrasi dilakukan secara objektif dan profesional. Prinsip The Right Man and The Right Place diterapkan.

Menanggapi anugerah tersebut, Sekab Buton, La Ode Zilfar Djafar mewakili bupati mengucapkan terima kasih. Ia berharap UMU Buton bisa menjadi perguruan tinggi yang berkualitas.

Ia tidak meragukan hal tersebut. Zilfar melihat sosok Ketua Yayasan, Drs H Ibrahim Marsela MM menjadi garansinya.

Sementara itu, Monianse mengatakan pihaknya akan kembali menjadikan Baubau sebagai orbit dunia pendidikan. Maka itu, Pemkot akan menjalin mitra yang strategis dengan perguruan tinggi.

Dikatakan, Dies Natalis merupakan momentum
penting bagi suatu Institusi Pendidikan Tinggi, guna melakukan refleksi diri, sekaligus mempersiapkan langkahlangkah strategis ke depan dalam menjawab visi institusi ditengah perubahan arus global, era disrupsi termasuk revolusi industri ke-4, Society 5.0 dan juga Pandemi Virus Corona-19 saat ini.

Berdiri sejak tahun 2019, kata Monianse, UMU Buton telah berusia tiga tahun. Suatu usia yang masih sangat muda untuk sebuah perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Kota Baubau. Pembangunan kampus yang tergolong cepat. Selain fisik, pembangunan juga diimbangi dengan perkembangan pesat pada bidang akademik dan administratif.

“UMU Buton juga kami harapkan menjadi kampus yang mempersiapkan para lulusannya dengan pengetahuan dan hasil riset yang siap dimanfaatkan untuk
mendukung pergerakan ekonomi masyarakat di wilayah Kepulauan Buton, utamanya dalam Merawat Jagat dan
Membangun Peradaban Negeri, sebagaimana diangkat menjadi Tema Dies Natalis Ketiga ini,” bebernya.

Diuraikan, dalam rangka membangun peradaban negeri Butuuni yang sama kita cintai, ia mengulas mengenai “Strategi Dalam Mewujudkan Kota Baubau Sebagai salah satu Destinasi Unggulan Wisata Budaya
Nasional”. “Terlebih dahulu saya akan menguraikan
sepintas tentang konsep wisata budaya dan potensi wisata yang dimiliki Kota Baubau untuk mengantar orasi ilmiah ini,” ujarnya dalam pidatonya.

Menurutnya, sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dunia, di Indonesia saat ini telah dikembangkan tiga jenis pariwisata, yaitu pariwisata alam, pariwisata budaya, dan pariwisata buatan. Pariwisata alam adalah pariwisata yang mengandalkan keindahan alam, pariwisata buatan merupakan atraksi yang berhubungan dengan bentukan alam maupun budaya tetapi dibentuk secara buatan seperti Taman hiburan, Wisata konvensi/MICE, dan tempat berbelanja. Sedangkan wisata budaya lebih mengandalkan kepada keindahan budaya daerah setempat.

Menurut Pitana dan Diarta (2009) wisata budaya merupakan jenis pariwisata yang berdasarkan pada mozaik tempat, tradisi, kesenian, upacara-upacara, dan pengalaman yang menggambarkan suatu bangsa atau suku bangsa dengan masyarakat yang merefleksikan keanekaragaman (diversity) dan identitas (karakter) dari masyarakat atau bangsa yang bersangkutan.

Monianse menerangkan, dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kota Baubau 2021-2025, diidentifikasi Kota Baubau memiliki 73 daya Tarik wisata alam, (DTW), 21 DTW Buatan, 140 DTW Budaya, serta 17 Limbo/Desa Wisata.

Kemudian, Dalam rangkaian HUT Sultra yang ke 58. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengagendakan ajang sejarah dan pariwisata di Pulau Buton, yaitu Tapak Tilas Oputa Yi Koo, agar masyarakat dapat mengingat kembali jejak-jejak sejarah perjuangannya selama mempertahankan tanah Wolio untuk terhindari dari penindasan penjajah. Tapak tilas tersebut akan menelusuri jalannya sang pahlawan ketike berperang
sampai ke makamnya di puncak gunung Sioantapina.

“Untuk itu, atas nama Pemerintah Kota Baubau, kami mengharapkan dukungan penuh seluruh unsur perguruan tinggi dan segenap masyarakat Kota Baubau dan sekitarnya untuk menyukseskan rangkaian acara yang akan berlangsung pada tanggal 22 sampai 28 Mei 2022 di Kota Baubau dan Kabupaten Buton,” paparnya.

Kemudian, strategi lain yang juga ditempuh Kota Baubau dalam untuk mewujudkan Baubau sebagai Destinasi Unggulan Wisata Budaya Nasional, serta mencapai dua tujuan lain dari pengembangan wisata budaya yakni memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa, serta mempererat persahabatan antar bangsa, antara lain ditempuh dengan berperan optimal dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah. Berupa Napak tilas jalur rempah nusantara yang akan menyusuri enam
titik jalur rempah yakni Surabaya, Makassar, Baubau-Buton, Ternate-Tidore, Banda, dan Kupang.

Pemuda-pemudi pilihan dari 34 provinsi akan melakukan pelayaran menggunakan KRI Dewaruci dan dijadwalkan sandar di Kota Baubau pada 8 Juni dan akan kembali berlayar 10 Juni 2022, dengan berbagai rangkaian kegiatan diantaranya penanaman bibit pohon komoditi kategori rempah masa lalu diantaranya cengkeh, pala, merica dan kelapa. di beberapa lokasi di Baubau, serta penyelenggaraan Seminar Kebudayaan dan kunjungan ke beberapa daya tarik wisata Budaya di Kota Baubau.

“Melalui acara ini, saya berharap kiranya Dies Natalis ini dapat dijadikan momentum yang sangat strategis dalam mendorong optimalisasi peran para Akademisi dari Universitas Muslim Buton dalam berkiprah mendukung pembangunan di Kota Baubau dan sekitarnya,” harapnya.

Sekaligus sebagai momentum untuk mengevaluasi kinerja lembaga pendidikan ini selama tiga tahun berkiprah, yang tentunya telah banyak hal-hal yang dilakukan dalam melaksanakan fungsifungsi akademik maupun fungsi sosial kemasyarakatan lainnya, melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sesuai visi dan misi yang diemban, sehingga diharapkan mampu menjadi lembaga pendidikan tinggi terdepan, dalam mewujudkan pelayanan pendidikan tinggi yang berkualitas kepada masyarakat.

“Selamat ulang tahun ketiga, Dirgahayu Universitas Muslim Buton, Pandulah Indonesia menuju masa depan nan jaya, Indonesia Maju,” kuncinya.(***)