PUBLIKSATU, BAUBAU – Barisan Muda Kosgoro 1957 (BMK 57) turut merasakan duka atas kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Erlangga, Kelurahan Bone-bone, Kota Baubau yang menghilangkan nyawa pengendara motor yang masih SMP.

Berkaca pada kejadian tersebut, BMK 57 Sultra mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Baubau agar segera membentuk Perda mengenai parkiran di bahu jalan. Di mana menurutnya Lakalantas yang terjadi pada Jumat, 13 Mei 2022 kemarin disebabkan oleh sempitnya jalan akibat parkiran mobil di bahu jalan.

Desakan itu juga didasarkan laju pertumbuhan Kota Baubau yang berkembang dengan indikator meningkatnya kendaraan roda empat dan roda dua.

Ketua BMK 57 Sultra, La Ode Mz Sakti Lutfi Hasmar, mengungkapkan data statistik Sulawesi Tenggara 2020 jumlah kendaraan bermotor roda empat mencapai 12.801 unit yang beredar di Kota Baubau. Menjadi peringkat ke-2 dari Kota Kendari yang mencapai 87. 979 unit. Ujar Alumni Perdana Magister Ilmu Politik Unhas tersebut.

Hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi pemerintah kota. Guna mengurangi kemacetan, Lakalantas dengan membanjirnya roda empat yang memarkir kendaraannya di bahu jalan.

“Semoga hal tersebut menjadi regulasi oleh Legislatif dan Eksekutif Pemkot Baubau untuk melahirkan Perda larangan dan sanksi tilang roda empat parkir di bahu jalan dengan menyiapkan 4 unit mobil derek Dishub yang bertugas di 4 kecamatan terpadat lalu lintas di Kecamatan Wolio, Batupoaro, Murhum dan Betoambari. Hal tersebut sudah terbukti menurunkan angka Lakalantas dan kemacetan yang terjadi di DKI Jakarta,” ujar Wasekjend DPP KNPI itu.

Terlebih dari itu, ia juga mengimbau kepada orang tua agar tidak membiarkan anaknya yang masih di bawah umur untuk berkendara sendiri, dan selalu memberikan pengawasan. (*)