PUBLIKSATU, BAUBAU – Polres Baubau melalui Satuan Polairud Polres Baubau berhasil mengamankan nelayan asal Desa Wadiabero, Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah berinisial BS (47). BS diamankan karena diduga melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (Handak) ilegal.

Kapolres Baubau, AKBP Erwin Pratomo mengungkapkan BS diamankan karena diduga memiliki bahan peledak tanpa dokumen yang sah. BS diamankan pada 09 Mei 2022 lalu.

Kronologi penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat bahwa di sekitar perairan Buteng sering terjadi tindakan melawan hukum penyalahgunaan Handak. Untuk itu, Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Polairud Polres Baubau melakukan patroli di wilayah tersebut.

“Tim Gakkum melaksanakan pemantauan terhadap terduga pelaku, kemudian Tim Gakkum melihat ada beberapa perahu nelayan yang sedang berkumpul pada satu titik, yang diduga akan melakukan tindak pidana penyalahgunaan Handak. Namun karena faktor cuaca, beberapa nelayan yang ada di titik tersebut membubarkan diri,” ungkap Erwin dalam konferensi pers, Jumat (13/05/2022).

Petugas kemudian mengikuti salah satu perahu nelayan yang dicurigai membawa Handak, ketika pelaku tiba di tujuan yaitu di sekitar perairan Wadiabero, petugas kemudian mendekati perahu, setelahnya petugas melihat barang mencurigakan di perahu terduga, kemudian tim melakukan pemeriksaan dan menemukan barang yang diduga Handak di perahu pelaku.

“Adapun caranya, pelaku membawa dan menyimpan bahan peledak tersebut di atas perahunya yang disimpan di dalam boks warna hijau, di mana bahan peledak tersebut rencananya akan digunakan untuk melakukan pemboman ikan di sekitar perairan tersebut,” terangnya.

Dari tangan BS, polisi berhasil mengamankan dua buah bahan peledak ilegal. Saat ini BS dan barang bukti sudah diamankan di Sat Polairud Polres Baubau dan BS akan dikenakan sesuai Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No 12 tahun 1951/DRT/1951 /LN no. 78 tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman pidana: Hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara sementara paling lama 20 tahun.

Peliput : Darno / Suari