PUBLIKSATU, BAUBAU – Sebanyak 17.747 keluarga di Kota Baubau berisiko Stunting. Angka itu hasil penelusuran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Baubau pada tahun 2021.

Menurut Kementerian Kesehatan, Stunting adalah kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.

“Data tahun 2021 keluarga berisiko Stunting di Baubau ini berjumlah 17.747. Data ini belum dicabut, kita masih pantau sampai akhir 2022 untuk diperbaharui,” kata Kepala DP2KB Kota Baubau, Ali Arham dikonfirmasi di kantornya, Rabu (11/5).

Kata dia, 17.747 keluarga berisiko Stunting tersebut tersebut tersebar di 43 kelurahan. Terbanyak di Kelurahan Katobengke Kecamatan 1.248 dan Kelurahan Bukit Wolio Indah (BWI) Kecamatan Wolio 1.089 keluarga.

“Ada beberapa indikator penilaian keluarga berisiko Stunting seperti kondisi rumah, sanitasi, kesehatan, gizi, usia perkawinan. Jadi, sekarang ini sasaran kita bagaimana meminimalisasi keluarga berisiko Stunting,” ujarnya.

Ia menuturkan, saat ini pihaknya terus berupaya meminimalisasi keluarga berisiko Stunting. Pihaknya selalu melakukan penyuluhan termasuk menggandeng Kementerian Agama dalam memberikan pemahaman tentang keluarga sehat kepada setiap pasangan yang merencanakan perkawinan.

“Kita itu lebih condong dalam pencegahan. Sementara untuk penanganannya seperti pemberian obat itu yang eksekusi Dinas Kesehatan. Biarpun sudah lahir, anak umur 0-6 bulan harus dijaga. Makanya anak-anak itu harus rutin ikut Posyandu. Sehingga Stunting di Baubau ini bisa ditekan dari 27 persen jadi 14 persen pada akhir 2024 mendatang,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, tahun yang sama juga tercatat jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di Baubau mencapai 21.114, di mana 5.461 pasangan diantaranya belum terpenuhi kebutuhannya seperti gizi dan kesehatan. “Data ini masih dinamis, bisa berubah seiring berjalannya waktu,” katanya.(exa)