PUBLIKSATU, BAUBAU – Nasib 130 guru honorer Kota Baubau yang lulus tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I dan II akhirnya menemui titik terang. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah membereskan semua administrasi usulan pemberian Nomor Induk (NI).

“Kita sudah lengkapi semua kekurangannya. Kita juga komunikasi terus dengan BKN (Badan Kepegawaian Negara). Insyaallah, saya yakin selesai lebaran sudah keluar persetujuan teknis-nya kita punya guru PPPK itu,” kata Kepala BKPSDM Baubau, Abdul Rahman dikonfirmasi di kantornya, Kamis (28/4).

Awalnya, ujar dia, pihaknya sempat kesulitan menyelesaikan administrasi usulan persetujuan teknis NI PPPK para guru honorer itu. Selain karena terkendala surat keterangan berbadan sehat, juga urusan PPPK ini merupakan hal baru bagi BKPSDM.

“Sejak awal perekrutannya memang tidak melibatkan BKPSDM, tapi langsung dilakukan kementerian. Makanya, kita butuh waktu untuk memahami secara komprehensif mekanisme usulan persetujuan teknis-nya. Tapi, sekarang kami sudah lengkapi semua, tidak usah khawatir,” ujarnya.

Rahman mengatakan, jika BKN sudah menerbitkan persetujuan teknis NI PPPK itu, maka selanjutnya tinggal dibuatkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Baubau. Di mana, SK Wali Kota itu menjadi dasar pengangkatan para guru honorer itu sebagai PPPK.

“Pada prinsipnya, kontrak mereka berdurasi lima tahun. Mereka bisa dievaluasi secara berkala seperti PNS (Pegawai Negeri Sipil). Kalau kinerjanya bagus bisa jadi kontraknya diperpanjang, tapi kalau melakukan pelanggaran bisa jadi juga diberhentikan atau diputus kontraknya,” ujarnya.(exa)