PUBLIKSATU, BAUBAU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau siap mengajukan Kasasi atas vonis bebas tiga terdakwa korupsi proyek pembangunan pasar Palabusa Kecamatan Lealea. Korps Adhiyaksa tetap meyakini ada kerugian negara yang dibuat Radjlun, Farida Amin, dan Adisti Ahita.

“Kita Kejaksaan yakin bahwa (tiga terdakwa) itu terbukti dan kita akan lakukan upaya hukum Kasasi. Pada sidang memang kita masih pikir-pikir karena putusan lengkapnya belum kita terima,” kata Kajari Baubau, Jaya Putra saat menggelar konferensi pers, Rabu (27/4).

Keyakinan kerugian negara itu, ujar dia, berangkat dari fakta yang ditemukan dalam penyidikan. Di mana, konstruksi bangunan pasar Palabusa itu tidak sesuai bestek serta belum memenuhi syarat menjadi aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau.

“Bagaimana tidak ada kerugian negara, buktinya setelah dites itu ukuran besi betonnya saja tidak sesuai dan berbahaya saat dipakai. Kemudian, bagaimana mau jadi aset, kalau bangunan itu berdiri di atas tanah yang tidak jelas kepemilikannya,” ujarnya.

Terkait terdakwa Farida dan Adisti, kata dia, pihaknya sangat meyakini bagian dari orang yang harus bertanggungjawab dalam proses pembangunan pasar tahun 2017 itu. Sebab, keduanya ikut mengatur aliran dana proyek tersebut.

“Semua aliran dana melalui mereka (Farida dan Adisti, red) waktu Direktur PT Togo sedang sakit. Seharusnya waktu itu melalui komisaris yaitu istrinya si direktur PT Togo, tapi faktanya komisaris tidak tahu menahu,” katanya.

Jaya mengatakan, pihaknya juga sudah membebaskan Radjlun Cs. Pembebasan para terdakwa merupakan eksekusi atas perintah majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari, Rabu (27/4).

“Sore (Rabu) ini, Insyaallah bebas. Tadi kita sudah bawa surat ke Kendari yang menjadi lokasi penahanan terdakwa. Jadi, kita eksekusi (keluarkan terdakwa) hari ini sambil menunggu Kasasi. Yang pasti, tidak mungkin kita membeda-bedakan perlakuan terhadap terdakwa ini, semua kita Kasasi,” ujarnya.

Sebelumnya, kuasa hukum ketiga terdakwa kasus Palabusa, Abdul Rahman mengatakan, pihaknya menganggap sudah sepantasnya tiga kliennya diputus bebas. Sebab, fakta hukumnya menunjukkan tidak ada indikasi korupsi, kerugian negara, dan penyalahgunaan wewenang dalam proyek pasar Palabusa.

“Dakwaan Jaksa bahwa proyek itu total los tidak terbukti. Fakta di persidangan dan fakta di lapangan menunjukkan bangunan pasar Palabusa itu berdiri kokoh 100 persen dan sudah menjadi aset Pemkot (Pemerintah Kota) Baubau,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari menjatuhkan vonis bebas terhadap tiga terdakwa kasus pasar Palabusa, Selasa (26/4). Radjlun Cs yang dituntut pidana 4,6 tahun dianggap tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagimana dakwaan jaksa.

Untuk diketahui, Radjlun Cs ditetapkan dan langsung ditahan sebagai tersangka proyek pasar Palabusa pada Selasa 31 September 2021 lalu. Proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Baubau tahun 2017 sebesar Rp 2.865.720.000 itu dianggap merugikan negara sebesar Rp 2.527.444.000.(exa)