PUBLIKSATU, BAUBAU – Dinas Pendidikan Kota Baubau menjadikan vaksinasi sebagai syarat untuk bisa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah bagi pelajar SD. Keputusan ini diambil sesuai dengan intruksi Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Baubau, Laode Muhammad Arsal saat ditemui media ini. Ia mengungkapkan kebijakan ini dilakukan karena saat ini vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota Baubau masih menunjukan kisaran 50 persen, padahal sesuai harapan pemerintah pusat sesuai intruksi Presiden, Mendagri dan Menteri Kesehatan dan Polri itu diharapkan per akhir Maret ini sudah mencapai di atas 70 persen.

“Ditargetkan untuk di Kota Baubau itu proses vaksinasi untuk anak umur 6-11 tahun sudah harus di atas 70 persen, ini yang diharapkan sehingga setiap harinya kami dari Dinas Pendidikan melakukan langka-langkah percepatan dengan mengimbau kepada seluruh orang tua siswa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan vaksinasi ini juga menjadi syarat kepada siswa untuk bisa melakukan belajar tatap muka, untuk itu diharapkan kepada pelajar yang belum disuntik vaksin covid-19 usia 6-11 tahun agar dilakukan vaksinasi, dan bagi siswa yang belum bisa disuntik vaksin karena alasan medis akan dilakukan rujukan ke rumah sakit unruk diberikan terapi.

“Supaya ketika dilakukan terapi atau pengobatan maka anak-anak ini akan kembali di bawah ke sekolah atau pusat-pusat pelayanan untuk melakukan vaksinasi,” pungkasnya.

Sementara itu, sesuai keputusan rapat Dinas Pendidikan dan pihak sekolah, vaksinasi juga akan menjadi syarat siswa yang mendapat bantuan PIP dan syarat mendaftar ke tingkat SMP. (*)