PUBLIKSATU, BAUBAU – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) akan merekrut 25.000 personel Komponen Cadangan (Komcad). Komando Distrik Militer (Kodim) 1413/Buton sosialisasikan rencana itu kepada stakeholder, di Makodim, Selasa (22/3/2022).

Sosialisasi pembentukan Komcad tersebut melibatkan para kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan perguruan tinggi di wilayah teritorial Kodim 1413/Buton yakni Kota Baubau, Kabupaten Buton, Bombana, Wakatobi, Buton Tengah, dan Buton Selatan.

Komandan Kodim 1413/Buton, Letkol Arm Muhamad Faozan mengatakan, pembentukan Komcad merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3/2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23/2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Di mana, Komcad dibentuk atas dasar kepentingan pertahanan negara pada saat keadaan darurat.

“Rencana perekrutan diperuntukan bagi setiap warga negara yang berminat dan bersifat sukarela. Kemudian nanti mereka dididik selama tiga bulan di Rindam masing-masing Kotama (Komando Utama) yang ditunjuk termasuk Kodam XIV/Hasanuddin sampai akhirnya dilantik sebagai personel Komponen Cadangan,” kata Faozan.

Ia mengatakan, pendaftaran Komcad dibuka secara online melalui https://komcad.kemhan.go.id mulai 1 Maret-8 Mei 2022. Selanjutnya, pendaftar akan menjalani seleksi administrasi. Kemudian, pembentukan Komcad 9-11 Mei, dan seleksi kompetensi 12-27 Mei. Pendaftar yang dinyatakan lulus melaksanakan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) 30 Mei-27 Agustus 2022.

Pada dasarnya, kata perwira TNI dua melati ini, kuota perekrutan Komcad tidak dibatasi per wilayah Kodim. Selama pendaftar memenuhi syarat administrasi dan kompetensi, maka yang bersangkutan berhak menjadi personel Komcad.

“Tahap pertama ini ada sekitar empat Kotama yang dibuka, Kodam Hasanuddin 500 orang. Nantinya akan sampai 25.000 personel Komcad seluruh Indonesia. Kita harapkan personel Komcad ini bukan pengangguran total, tapi yang sudah memiliki status seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), karyawan swasta maupun mahasiswa,” ujarnya.

Lebih jauh, jelas Faozan, selama pendidikan, calon personel Komcad banyak diberi pelatihan tentang bela negara. Sehingga, bila terjadi situasi darurat, maka para personel Komcad sudah punya dasar untuk menghadapinya.

“Selesai pendidikan, mereka tetap kembali melakukan aktivitas sesuai profesinya masing-masing. Nanti pada saat-saat tertentu sesuai regulasi Undang-undang, kita akan gunakan bantuan mereka. Jadi, kita harapkan mereka nanti punya kemampuan lebih secara wawasan kebangsaan,” katanya.(exa)