Catatan: Irwansyah Amunu

TAK ada matinya. Itu kesan yang saya tangkap dari Eko Prasetya.

Saat dunia gelap akibat pandemi. Ia tetap berinovasi.

Ketika resesi terjadi, ia masih punya nyali dan jurus sakti.

Ya, kelebihannya di bidang Informasi Teknologi (IT) membuat cara berpikirnya punya algoritma tersendiri yang sulit ditandingi.

Kelebihan itulah yang membuat Wali Kota, Amirul Tamim merekrutnya memperkuat pos virtual Pemkot Baubau. Jauh sebelum Ridwan Kamil, dulu ketika menjabat Wali Kota Bandung booming dengan program dunia mayanya. Pemkot Baubau jauh-jauh hari sudah mengawalinya.

Kala itu Wali Kota Amirul menunjuknya sebagai Kepala UPT IT Setkot Baubau. Nomenklatur baru di jabatan Setkot. Stafnya semua anak muda kreatif dan jago IT.

Mungkin kala itu banyak yang berpikir apa fungsi UPT IT yang diciptakan Amirul. Namun seiring dengan perubahan zaman, apa yang dilakukan wali kota pertama Baubau tersebut, kini terjawab.

Bisa dikatakan Pemkot Baubau saat itu menjawab tantangan masa depan. Bisa melihat jauh ke depan. Lifestile satu dekade mendatang, mampu dibaca.

Saat ini, yang menaklukan dunia maya adalah raja. Itulah yang dibuktikan Eko Prasetya. Membangun susah payah Kururio Indonesia.

E-commerce platform digital Kururio Indonesia dibangun saat warga Baubau masih belum bisa move on dari kebiasaan lama. Pola kerja manual sulit ditinggalkan.

Puncaknya pandemi Covid-19. Bisa dikatakan wabah jadi berkah bagi Kururio. Lapak-lapak dan usaha kuliner yang tiba-tiba sepi pembeli akibat pandemi diberi solusi oleh Kururio. Akhirnya usahanya kembali berdenyut. Pembeli yang di rumah saja. Tinggal pencet aplikasi Kururio, pesanan makanan atau minuman segera diantar ojek online.

Bermula dari ojek online, kini menggurita ke banyak usaha. Mulai dari K-Motor, K-Mobil, K-Food, K-Pasar, K-urir, K-Vaksin, K-Event, hingga K-Polisi.

Pekan ini saja, Eko Prasetya meneken dua MoU. Pertama, dengan pihak Universitas Muhammadiyah Buton untuk pengembangan UMKM, kedua, dengan pihak Lippo Plaza.

Beberapa bulan ke depan, CEO dan Founder Kururio Indonesia tersebut sudah mengungkapkan sejumlah ekspansi usahanya. Ups, soal ini nanti terealisasi baru ditulis lagi dalam catatan berikutnya.

Kururio berpusat di Baubau, tapi punya cabang di lebih 100 kabupaten/kota di Indonesia. Kebetulan anak saya mondok disalah satu Ponpes di Nganjuk, Jawa Timur. Nginap di hotel, perut saya keroncongan. Iseng buka aplikasi, rupanya Kururio sudah ada disana. Luar biasa.

Asal tahu saja, jumlah kabupaten/kota di Indonesia sebanyak 500 lebih. Nah, bila Kururio sudah punya cabang di 100 lebih kabupaten/kota, artinya mereka sudah menguasai 20 persen Indonesia.

Itulah sebabnya, mereka merubah nama dari Kururio menjadi Kururio Indonesia.

Melihat visinya yang jauh ke depan, saya berseloroh ke Eko, nanti Kururio akan buka cabang di luar negeri. Akan ada Kururio Malaysia, Kururio Singapura. Walaupun ungkapan saya ini dijawab dengan tawa khasnya.

Mungkin? Tidak ada yang mustahil. Pasalnya, dunia maya membuat kita menjadi global citizen atau warga dunia.(Follow Insatgram: @IrwansyahAmunuNews)