Catatan: Irwansyah Amunu

INALILLAHI Wainnailaihi rojiun. Sultra berduka. Baubau iba.

Satu lagi putra terbaiknya, Wali Kota Baubau, Dr H AS Tamrin SH MH, meninggal, Kamis (13/01/2021). Almarhum berpulang pada usia ke-69 tahun.

Sejak sore, beranda layar Facebook saya penuh dengan ucapan duka, meninggalnya Wali Kota Baubau, Dr H AS Tamrin SH MH.

Pertama kali menerima kabar tersebut, saya tidak langsung percaya. Saya minta agar dipastikan. Jangan sampai berita bohong lagi dihembuskan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Setelah dilakukan verifikasi, rupanya benar. Melalui WAG organisasi wartawan, tertulis pesan:

Innalilahi Wainnailaihi Rajiun
Telah berpulang ke Rahmatullah

dengan tenang Bapak Walikota Baubau (Bapak H Abdul Sajid Tamrin BIN Abdul Karim)

Pada Hari Kamis
Tanggal 13 Januari 2022
Jam 16.30
Di RS Omni Pulomas Jakarta

Semoga beliau Husnul Khotimah, diterima amal ibadahnya, diampuni segala hilafnya, ditempatkan di surga, diberikan ketabahan bagi keluarga sanak saudara, kerabat dll yang ditinggal, Aamiin Yarobal Alamin

Membaca pesan ini, saya pun langsung membacakan Surat Al Fatihan yang dikirimkan kepada almarhum. Beberapa waktu terakhir, saya banyak terlibat wawancara dengannya melalui channel Youtube: Catatan Irwansyah Amunu.

Diantaranya peluncuran Baubau Peduli Isoman (Isolasi Mandiri). Program ini melibatkan sejumlah stakeholder untuk memberikan bantuan kepada warga yang terpapar Covid-19. Diantaranya, Buton Pos, Publiksatu, Kururio Indonesia, Polres Baubau, Pemkot, dan sejumlah perbankan.

Walau dalam kondisi yang kurang fit, almarhum tetap semangat melaunching acara tersebut. Saya salut.

Terakhir, walau dalam kondisi sakit, almarhum meluncurkan Festival HUT Kota Baubau ke-480: Maju, Sejahtera, dan Berbudaya. Agenda ini juga melalui channel Youtube Catatan Irwansyah Amunu. Diminta semua SKPD untuk membeberkan programnya sesuai Tupoksi masing-masing.

Setelah wali kota, disusul Sekot, Dr Roni Muhtar.
Sejumlah Kepala SKPD yang sudah memaparkan programnya, La Ode Aswad (Kadis Dikbud), La Ode Darussalam (Kadis Kominfo), dan Suarmawati (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu).

Setiap kali saya mewawancarai, almarhum selalu bersemangat menjelaskan terkait Polima. Menurutnya, hal tersebut mesti digemakan.

Budaya Polima memuat lima nilai dasar kehidupan dalam bermasyarakat. Diantaranya, Poma-masiaka (Saling menyangangi), Popia-piara (Saling menjaga), Pomae-maeaka (Saling menanggung rasa malu), dan Poangka-angkataka (Saling menghormati).

Keempat nilai dasar ini lalu diikat oleh falsafah Pobinci-binciki Kuli (Arti harafiah saling mencubit) sebagai kausa prima. Pobinci-binciki kuli dapat dimaknai sebagai suatu perbuatan agar dipikirkan terlebih dahulu supaya tak menyakiti orang lain.

Almarhum juga sempat membeberkan bahwa buku terkait Polima akan dicetak dalam jumlah banyak. Dengan demikian semakin banyak yang mengetahui, mendalami, dan mengamalkannya.

Terakhir perjumpaan dengan almarhum, saya menyerahkan cinderamata kaos Festival HUT Kota Baubau ke-480, ditambah dengan gambar pigura harian Buton Pos yang memuat foto almarhum. Didalamnya terdapat narasi berjudul, AS TAMRIN: KEPTON, BAUBAU SIAP!

Ya, almarhum juga punya kegigihan yang kuat agar Kepton terbentuk. Antara lain, melalui tangannya pula, setelah melalui perjuangan yang panjang akhirnya Sultra punya sosok Pahlawan Nasional yaitu, Oputa Yi Koo.

Banyak obsesi yang ingin almarhum persembahkan untuk daerah.

Alhasil, selamat jalan Wali Kota, AS Tamrin. Semoga Allah memberikan tempat terbaik disisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin.(Follow Instagram: @IrwansyahAmunuNews)

COVID BUSEL