Catatan: Irwansyah Amunu

UNTUK menghidupkan lokal wisdom dalam membina dan membentuk generasi, dibentuk Zawiyah Al-Qur’an di Lr Kuningan, Kelurahan Lamangga, Kecamatan Murhum, Kota Baubau.

Memang melihat perkembangan masyarakat yang begitu pesat, perlu kiranya dibekali dengan fundamental agama. Hal ini sejalan dengan kondisi historis dan sosiologis masyarakat Buton yang kental dengan kehidupan Islam.

Maka itu, melalui Zawiyah Al-Qur’an, sebuah komunitas masyarakat yang bergerak di bidang keagamaan untuk meningkatkan literasi dan kepribadian Islam kepada anak-anak, remaja, pemuda, dan Lansia.

Gerakan ini diilhami dari keprihatinan terhadap terkikisnya akidah, akhlak, dan moral masyarakat yang digilas kemajuan zaman.

Nah agar masyarakat mempunyai filter kuat terhadap perubahan, maka perlu dilakukan langkah strategis untuk membentenginya. Salah satu bentengnya adalah dengan penanaman agama.

Empat aktivitas di Zawiyah Al-Qur’an yakni, pendidikan Al-Qur’an (baca, tulis, dan menghafal), wakaf Al-Qur’an, pendidikan karakter, dan enterpreneurship.

Alhamdulillah, sepekan beroperasi sejumlah anak-anak di Lr Kuningan merasakan manfaatnya. Mereka mendapatkan bimbingan pengetahuan keislaman dari sejumlah pembina.

Menjaga kesehatan dan vitalitas peserta, Zawiyah Al-Qur’an juga menggelar olahraga panahan setiap pekan. Untuk menambah keceriaan, setiap peserta yang mendapatkan poin tertinggi mendapatkan hadiah uang tunai.

Agar segmen Zawiyah Al-Qur’an lebih luas, agendanya juga berisi Capacity Building menghadirkan pembicara kompeten. Salah satunya, Dino Rizadman Rahia, M.Psi., Psikolog. Kebetulan, dia juga adalah Sekretaris Zawiyah Al-Qur’an.

Program Capacity Building dilakukan secara daring. Dengan demikian segmen pemirsanya lebih banyak.

Itulah hybrid agenda yang dilakukan Zawiyah Al-Qur’an. Salah satu cara untuk memodifikasi acara pada masa pandemi Covid-19.

Saya berharap Zawiyah Al-Qur’an bisa berkembang. Bukan hanya di Baubau, tapi daerah lain bisa mengadaptasinya.(Follow Instagram: @IrwansyahAmunuNews)