PUBLIKSATU, BUTON – Bupati Buton, La Bakry menerima kunjungan kerja pihak Putera Sampoerna Foundation terkait program beasiswa pendidikan. Pertemuan itu berlangsung di ruang kerja Bupati Buton, lantai 2, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton, Takawa, Pasarwajo, Kamis (2/12/2021).

La Bakry menjelaskan dalam pertemuan itu, pihak PT Sampoerna menyampaikan terdapat anak pelajar Buton lolos beasiswa pada program ini. Hanya saja, dia tidak melanjutkan. Memilih masuk perguruan tinggi lain. Jurusan kedokteran.

“Disampaikan dari perguruan tinggi dari PT Sampoerna bahwa anak yang sudah lolos itu, kemudian tidak bersedia lagi mengikuti karena dia sudah memilih program kedokteran,” ujar dia.

La Bakry menjelaskan tidak memilih melanjutkan pendidikan di Sampoerna merupakan pilihan baik anak dan orang tua yang bersangkutan. Meski demikan, Bupati menyangkan pilihan itu, sebab, kapasitas anak tersebut merupakan skala internasional.

“Itu adalah pilihan orang tua dan anak. Dari sisi kita, kita sayangkan karena anak ini kapasitasnya internasional. Karena ada dua negeri, Amerika sama Indonesia. Hanya saja itu, pilihan. Tidak mudah lulus seleksi, dari sekian banyak anak-anak daerah di lolos sendiri. Tapi dia batal, tidak bisa mengikuti program ini,” sesalnya.

“Tapi betapa pun niat baik pemerintah daerah untuk menjadikan anak-anak daerah bicara di kanca yang lebih tingkat. Kembali ke orang tua dan anak yang bersangkutan. Dan kami juga menghargai pilihan anak itu. Kita berharap. Ini ada seleksi baru lagi, mudah-mudahan ada lagi anak daerah yang lolos sesuai persyaratan mereka. Bisa kita kirim lagi untuk tahun yang akan datang,” sambungnya.

Sementara itu, Head of Government Relations (Putera Sampoerna Foundation), Mutmainna Syahril menjelaskan terkait penerimaan beasiswa itu, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Pemkab Buton.

“Jadi kami ada program kerja sama dengan Kabupaten Buton untuk bisa memberikan beasiswa kepada anak-anak terbaik di Buton yaitu program double degree atau mendapatkan dua ijazah dari Sampoerna Universitas dan Arizona University,” ujarnya.

“Jadi adik-adik kita yang lolos seleksi akan kami kirimkan ke Jakarta untuk mendapatkan pendidikan atau menjalani pendidikan tingkat tinggi di Jakarta atau setara dengan Amerika. Jadi biaya yang kami keluarkan juga lumayan besar. Tetapi kami harapkan dari anak-anak yang kami dapatkan di Kabupaten Buton ini menjadi sumberdaya manusia yang terbaik yang ada di Buton yang nantinya kelak menjadi penerus, menjadi pemimpin di daerah Buton,” sambungnya.

Lanjut, Ia menjelaskan saat ini kerja sama Pemkab Buton dan PT Sampoerna dengan skema dua dan dua.

“Kami itu dengan skema dua dan dua. Jadi jika ada anak yang lolos empat, kami akan membiayai dua, dan Pemerintah Kabupaten Buton membiayai dua. Sehingga yang terkirim menjadi empat anak. Dan sasaran kami adalah, anak-anak SMA kelas 3 yang akan melanjutkan pendidikannya di pendidikan tinggi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ia menjelaskan tidak ada kriteria khusus untuk daftar beasiswa ini, Sampoerna akan melakukan tes dan seleksi sendiri. Untuk mencari anak-anak yang memang tertarik dengan bahasa Inggris dengan Matematika.

“Karena nanti, anak-anak nanti akan berkuliah di kampus kami dan benar-benar full bahasa Inggris. Karena memang dosen-dosennya pun dari Amerika, jadi memang butuh anak-anak yang memang punya fokus di bahasa Inggris. Sebenarnya untuk angkatan 2021 sudah satu semester. Tapi, kami menyeleksi ini untuk angkatan 2022 nanti, itu akan mulai di Juni 2022,” jelasnya. (*)

COVID BUSEL