PUBLIKSATU, BAUBAU – Beranda Sosial Media (Sosmed) masyarakat Kota Baubau akhir-akhir ini dihebohkan dengan viralnya video dua orang kakak beradik yang saling bertukar sepatu untuk bersekolah. Keduanya diketahui merupakan siswa/siswi SDN 3 Wameo.

Mengetahui kejadian tersebut, Kapolres Baubau, AKBP Rio Tangkari turut bersimpati dan mengunjungi kediaman kedua siswa tersebut yang berada di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau. Dalam kunjungannya tersebut, Kapolres Baubau memberikan beberapa perlengkapan sekolah kepada kedua siswa kakak beradik tersebut.

Dalam kunjungannya, Kapolres Baubau disambut langsung kedua siswa viral tersebut yakni Nadia (11) dan Riski (9) bersama ibunda keduanya, Mardiana (30). Nadia dan Riski akhirnya menangis haru setelah Kapolres Baubau dan rombongannya berkunjung ke kediamannya dan dan membawakan perlengkapan sekolahnya.

Kapolres Baubau mengungkapkan kisah kakak beradik ini ia ketahui melalui media sosial, ia mengakui kisah yang dialami kakak beradik ini mengingatkan dirinya di masa lalu.

“Ini kekuatan media sosial, saya tidak pernah kenal mereka sebelumnya tetapi ketika saya membaca beberapa teman-teman yang membroadcast di media sosial, dan saya sangat terharu membayangkan saya masih kecil dahulu yang pengalamannya kurang lebih hampir sama,” ungkapnya saat mengunjungi kedua kakak beradik tersebut, Sabtu (20/11/2021).

Rio berharap apa yang dilakukannya dapat membesarkan hati kedua kakak beradik dan hati keluarganya. Ia juga berharap keluarganya tetap semangat di tengah keterbatasan.

“Bantuannya yang bisa membuat mereka senang, semangat berupa perlengkapan sekolah dan sembako yang memang kecil tetapi semoga bisa menambah semangat untuk mereka,” jelasnya.

“Harapannya mereka bisa menjadi orang yang hebat di kemudian hari. Kita ini bukan hidup sendirian jadi kita harus bisa membuka mata dan hati kita pada mereka-mereka yang membutuhkan,” harapnya.

Sementara itu, ibu dari kedua kaka beradik ini, Mardiana (30) merasa sangat senang dan terharu atas bantuan yang telah diberikan oleh Kapolres Baubau dan rombongannya.

“Saya sangat senang namun saya juga malu karena tidak bisa belikan apa-apa untuk anak-anakku,” ungkapnya.

Mardiana yang bekerja di perusahaan pengkreditan barang mengaku kesulitan menjalani kesehariannya. Di mana ia hanya akan mendapat penghasilan jika mendapat konsumen untuk kredit barang melalui dirinya.

Ia mengungkapkan kebiasaan anaknya yang saling berganti sepatu di sekolah ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir.

“Semenjak Riski mau naik kelas 3, sering bercerita diganggu sama teman-temannya tapi saya sampaikan mereka untuk sabar nanti kalau saya ada uang pasti saya belikan,” tutupnya

Peliput : Darno Ufatma

COVID BUSEL