PUBLIKSATU, BAUBAU – Polres Baubau berhasil mengamankan tiga tersangka yang diduga terlibat dalam pemasluan sertifikat vaksin penumpang kapal KM Sinabung rute Baubau – Sorong. Akibatnya 26 orang penumpang kapal tersebut dipulangkan ke Pelabuhan Baubau.

Akibat perbuatannya, ketiganya kini dijerat dengan pasal berlapis. Diantaranya pasal 266 KUHPidana, pasal 263 ayat (1) KUHPidana, pasal 55,56 KUHPidana dengan ancaman kurungan pidana di atas 5 tahun.

Ketiga pelaku ini masing-masing AR (40) yang merupakan buruh harian lepas, AH (33) pemilik rental di Kelurahan Kadolomoko, dan AM yang merupakan pegawai honorer di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Dalam melancarkan aksinya, ketiga pelaku tersebut saling berbagi peran dan profesi yang berbeda-beda. Diantaranya AR bertugas selaku eksekutor dan pengarah kedua pelaku lainnya, LH bertugas membuatkan surat vaksinasi dengan cara menscan, sedangkan AM berperan memuluskan proses pemeriksaan di pelabuhan saat ke 26 penumpang itu berangkat dari Palabuhan Murhum Baubau.

“Awalnya 16 Juli, salah satu penumpang tujuan Sorong Iwan menghubungi AR meminta menguruskan tiket, surat keterangan antigen dan vaksinasi sebanyak 21 orang dan AR setuju dengan biaya Rp 1,2 kuta per penumpang,” jelas Kapolres Baubau, AKBP Rio Tangkari dalam rilisnya.

Beberapa hari kemudian, Iwan kemudian setuju dan mentransfer uang sejumlah Rp ,24 juta ke rekening pelaku.

Pada 22 Juli AR menghubungi LH, meminta dibuatkan 26 kartu vaksinasi. LH sanggup dan langsung membuatkan surat keterangan palsu dengan melakukan pengeditan sesuai dengan nama dan NIK KTP calon penumpang lalu diprint dan diserahkan ke AR. Setiap lembar surat vaksinasi dinilai Rp 30 ribu.

“Kamis 23 Juli AR menghubungi AM menyamaikan telah membuat Aplikasi EHAC terhadap ke 10 calon penumpang. Kemudian dikirim ke pelaku AM. Sisanya dibawa AR ke pelaku AM di kantor KKP,” lanjut Kapolres.

Setelah aplikasi itu jadi, AM langsung memprint surat keterangan antigen dan diserahkan kepada AR. Selanjutnya AR bergegas ke kantor Pelni membeli tiket untuk ke 26 penumpang.

Di tanggal 24 Juli, AR memberikan seluruh tiket penumpang beserta kartu vaksinasi serta surat keterangan antigen kepada Iwan.

“Dari dugaan perbuatan ilegal tersebut, total keuntungan yang diperoleh para pelaku sebesar Rp11.720.000, di luar biaya tiket,” tambahnya.

“26 calon penumpang yang dibuatkan suket rapid antigen, dan kartu vaksinasi, tanpa melakukan swab antigen, ataupun suntik vaksin, dan seolah-olah kartu tersebut digunakan sebagaimana kartu aslinya,” sambung Kapolres.

Kapolres menegaskan telah melakukan penyitaan barang bukti, dan mengamankan dua pelaku. Pelaku lainnya, AM, sementara melakukan isolasi mandiri, karena pada saat akan dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19.

“Ini kami lakukan dua kali tes swab antigen, dilakukan oleh petugas KKP. Kami swab kembali di rumah sakit Bhayangkara, dan hasilnya juga positif,” urai Kapolres.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, ditemukan satu orang petugas KKP yang terlibat. Pelaku AM juga menerima keuntungan sebesar Rp 200.000 per calon penumpang.

“Sementara yang kami ungkap pelaku baru pertama kali melakukan, dan bukti pendukung yang kuat, baru kali ini. Namun akan kita dalami kalau memang peristiwa-peristiwa serupa pernah dilakukan sebelumnya, akan kita gali lebih dalam,” tandasnya.

Pelaku beserta barang bukti 1 (satu) unit laptop, sebuah printer, uang tunai Rp 11.720.000, foto copy surat keterangan rapid antigen dan foto copy kartu vaksin ditahan di Mapolres Baubau.

Peliput: Darno Ufatma

COVID BUSEL