PUBLIKSATU, MUNA — Mulai bulan depan atau Juli 2021, tahun ajaran baru sudah dimulai yang rencananya berupa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau sekolah tatap muka. Berbagai aturan pun dibuat agar PTM Juli 2021 mendatang tetap aman dan lancar meskipun di masa pandemi covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Munw, Ashar Dulu mengatakan, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka terbatas akan dijalankan secara ekstra hati-hati. Adapun jumlah kapasitas siswa yang boleh masuk dalam satu kelas akan dikurangi dari tadinya 50 persen.

“Tatap muka dilakukan secara terbatas. Pertama hanya boleh maksimal 25 persen dari total murid,” ujar Ashar Dulu.

Selain pembatasan kapasitas, lanjutnya, durasi sekolah tatap muka juga dibatasi. Sekolah hanya boleh dilakukan maksimal dua jam setiap harinya dan tidak boleh lebih dari dua hari selama seminggu.

“Siswa tidak boleh hadir secara berkelompok. Kita atur kehadirannya di sekolah, tidak boleh lebih dari 25 % dari jumlah siswa yang hadir,” timpalnya.

Oleh sebab itu, sesuai instruksi presiden, bahwa mulai Juli, siswa bisa hadir di sekolah hanya dua kali dalam seminggu diakibatkan di beberapa tempat terjadi peningkatan kasus Covid.

“Alhamdulillah kita di Muna kita sudah masuk zona hijau. Mudah-mudahan zona hijau ini tidak ada yang terpapar lagi,” ujar Ashar.

Ketua Kwarcab Muna ini juga mengatakan, bahwa sebelum kegiatan belajar mengajar tatap muka dimulai, seluruh guru di Kabupaten Muna harus divaksin.

“Sampai saat ini masih berproses vaksin semua guru, mungkin presentasenya masih rendah karena kondisi tim medis yang masih terbatas yang digilir setiap sekolah,” pungkasnya.(P7)

COVID BUSEL