PUBLIKSATU, BAUBAU – Sesuai Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M, ikut berdampak di semua daerah di Indonesia. Termasuk Kota Baubau ada 168 calon jemaah haji batal berangkat haji tahun ini.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Kota Baubau, Drs Moh Natsir kepada media ini, Kamis (10/6).

Ia mengungkapkan, khusus untuk Kota Baubau, kuota yang disediakan untuk calon jemaah haji sebanyak 173 orang. Namun kata dia, sebanyak 169 orang yang sudah menyetor tunai.

Ia menambahkan, dari 169 orang satu diantaranya meninggal dunia sehingga menjadi 168 orang. Lanjutnya, dari 169 orang ada cadangan dan sudah melakukan pembayaran secara lunas berjumlah sekitar 19 orang. Meskipun begitu, dari 19 orang tersebut masih dalam status tenggangan, namun sudah melakukan pelunasan.

“Mereka itulah yang sudah siap berangkat naik haji. Kalau tidak dibatalkan itu yang berangkat sebanyak 168 orang. Tapi sebenarnya kalau jadi berangkat, kami pemerintah itu tetap berusaha untuk memenuhi kuota yang ada jadi 173 kuota,” ucap Natsir.

Ia menjelaskan, pembatalan keberangkatan calon jemaah haji itu dilakukan, pemerintah lebih memprioritaskan kesehatan dan keselamatan jemaah haji. Mengingat saat ini masih dalam status pandemi Covid-19.

Menurut Natsir, walaupun yang lainnya sudah dipersiapkan, tetapi jemaah haji seluruh Indonesia yang nantinya ke Arab Saudi belum dipersiapkan.

Ia menyebutkan, diantaranya menyediakan pondok, catering dan lain sebagainya. Tentunya, membutuhkan waktu bukan hanya satu bulan melainkan bisa dua atau tiga bulan. Maka itu, ada banyak waktu yang dibutuhkan. Di satu sisi, kuota jemaah haji untuk Indonesia belum diumumkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Sementara itu, bagi calon jemaah haji yang akan menarik kembali dananya diperbolehkan. Namun tidak semuanya, ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipersiapkan oleh calon jemaah haji yang ingin menarik kembali uangnya. Hal itu diperuntukan bagi calon jemaah haji yang sudah menyetor lunas maka diperbolehkan, bukan setoran awal.

“Kalau seandainya sudah ditarik setoran awalnya, itu berarti sudah menarik diri untuk tidak mau berangkat lagi. Kalau itu yang ditarik setoran lunasnya saja, berarti tahun depan masih tetap bisa untuk berangkat sesuai dengan porsinya,” tuturnya.

Perlu diketahui, berikut syarat-syarat penarikan dana haji dengan melampirkan bukti asli setoran lunas, foto copy buku tabungan yang masih aktif atas nama jamaah haji dan memperlihatkan aslinya, foto copy KTP disertai aslinya dan terakhir nomor handphone yang biasa dihubungi.

“Itu berhubungan dengan Kementerian Agama bagian seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh. Di sisi lain kita sebagai jamaah ibadah haji tetap jaga kesehatan, berdoa kepada Allah. Mudah-mudahan tahun mendatang atas izin kuasa Allah kita masih berangkat dan kita berharap virus corona ini diangkat oleh Allah,” tutupnya.

Peliput: Darno

COVID BUSEL